Sekap Dan Rampok Penumpangnya, Supir Taksi Online Diciduk

Sekap Dan Rampok Penumpangnya, Supir Taksi Online Diciduk

  • Bagikan
TERSANGKA NLT (pake sebo) supir taksi online yang ditangkap polisi karena merampok dan menyekap penumpangnya saat diperlihatkan kepada wartawan di Polrestabes Medan, Jumat (26/11). Waspada/Andi Aria Tirtayasa
TERSANGKA NLT (pake sebo) supir taksi online yang ditangkap polisi karena merampok dan menyekap penumpangnya saat diperlihatkan kepada wartawan di Polrestabes Medan, Jumat (26/11). Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Seorang supir taksi online diciduk oleh personil Sat Reskrim Polrestabes Medan setelah menyekap dan merampok seorang penumpang wanita di Jl. Brigjen Katamso simpang Avros Medan, Kamis (25/11). Supir taksi berinisial NLT ,33, warga Kecamatan Patumbak, kini meringkuk dalam sel Polrestabes Medan.

Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kasat Reskrim, Kompol Firdaus Jumat (26/11) di Mapolrestabes Medan mengungkapkan, kasus bermula saat korban, Graciella Candra ,27, warga Jl. Tirtosari Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung, memesan taksi online dari rumahnya di Jl. Multatuli dengan tujuan Sun Plaza Medan.

Setelah korban masuk ke dalam mobil, pengemudi ojek online tersebut bukannya membawa penumpangnya ke tujuan namun membawa korban ke arah kawasan Kecamatan Patumbak.

“Di tengah perjalanan, tersangka NLT memberhentikan mobilnya, turun dari mobil dan masuk kembali ke mobil menyerang dan membekap korban. Tersangka NLT mengambil semua barang-barang korban setelah mengikat dan menyekap korbannya,” jelas Wakapolrestabes Medan.

Selanjutnya, tersangka NLT membawa mobilnya namun di tengah perjalanan tepatnya di Jl. Pertahanan Desa Sigaragara Kecamatan Patumbak, korban yang merupakan etnis Tionghoa itu melompat dari mobil pelaku hingga dirinya terguling di pinggir jalan dan menderita luka-luka. Korban juga sempat berteriak minta tolong sehingga dibantu oleh sejumlah warga membuat laporan pengaduan di Polsek Patumbak.

Dari laporan korban, petugas melakukan penyelidikan dan mengetahui alamat pelaku. Tim Reskrim bergerak ke kediaman pelaku. Saat diinterogasi, pelaku awalnya mengelak.
“Namun saat petugas menggeledah mobil pelaku dan menemukan ikat rambut milik korban, tersangka tidak bisa mengelak lagi dan langsung diamankan tanpa perlawanan,” jelas Wakapolrestabes.

Tersangka saat diwawancarai mengaku kalau dirinya baru pertama kali melakukan aksi ini dan ingin menguasai ponsel korban untuk dijual. “Tergiur ponsel milik korban. Rencananya mau dijual untuk memenuhi kebutuhan ekonomi,” aku tersangka NLT.

Sementara, ayah korban, Alex Candra mengatakan, atas kejadian yang menimpa putrinya ini pihak keluarga masih merasa trauma. Dia juga tidak bisa membayangkan kalau saja putrinya tidak melompat dari mobil tersangka kejadian apa yang akan menimpa putrinya.

“Kami pihak keluarga masih trauma dengan kejadian ini. Kami juga minta agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya,”harapnya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 351 Ayat 1 KUHPidana tentang Pencurian dengan Kekerasan (Curas) dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (m27)

  • Bagikan