Segera Antisipasi Penyakit Hepatitis, Kita Tidak Boleh Kecolongan

  • Bagikan
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, saat menyampaikan sambutannya dalam acara Forum Komunikasi dan Diseminasi Program Kerja dengan Media dan Refleksi akhir Tahun DPD RI, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/12/2021).(ist)

JAKARTA (Waspada): Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendesak pemerintah segera mengambil langkah antisipasi menyikapi merebaknya kasus hepatitis misterius.

Menurut LaNyalla, penyebaran kasus Covid-19 yang sempat di luar kendali harus menjadi pelajaran.

“Kita tidak boleh lagi kecolongan. Penyebaran kasus Covid-19 yang sempat di luar kendali harus menjadi pembelajaran. Sejak awal pemerintah harus memiliki langkah antisipasi terhadap kasus hepatitis misterius yang telah terjadi di sejumlah negara,” kata LaNyalla, melalui siaran persnya yang diterima Kamis (5/5/2022) di Jakata.

Menurut LaNyalla pemerintah tidak boleh abai dengan kondisi ini. Apalagi ada dugaan penyakit hepatitis misterius telah masuk Indonesia.

“Tugas tenaga kesehatan tidak mudah. Mereka harus memastikan apakah penyakit ini sudah ada di Indonesia atau tidak, bagaimana cara penularannya dan pengobatannya. Kita harus beri dukungan untuk tenaga kesehatan, ujarnya.
    
Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso dan Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dikabarkan sedang meneliti beberapa kasus Hepatitis misterius di Indonesia.
Pemerintah pun telah meminta tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian infeksi virus ini

Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis misterius yang menyerang anak-anak di sejumlah negara yang muncul sejak 15 April. 

Sebanyak 74 dari 169 kasus yang terdeteksi oleh WHO terinfeksi adenovirus.
Indonesia sendiri memiliki tiga kasus anak meninggal diduga mengidap hepatitis jenis ini. Ketiga kasus yang negatif Covid-19 ini datang ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). (J05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *