Satu Bulan Tak Dapat Vaksin Kedua, Warga Polonia Protes Ke Kantor Wali Kota Medan

Satu Bulan Tak Dapat Vaksin Kedua, Warga Polonia Protes Ke Kantor Wali Kota Medan

  • Bagikan
KEPALA Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemko Medan Arrahman Pane saat menerima warga yang menuntut vaksin kedua. Waspada/ME Ginting
KEPALA Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemko Medan Arrahman Pane saat menerima warga yang menuntut vaksin kedua. Waspada/ME Ginting

MEDAN (Waspada): Warga Medan Polonia mendatangi Kantor Wali Kota Medan untuk melayangkan protes kepada Wali Kota Medan terkait penundaan jadwal vaksin Covid-19 dosis kedua yang sudah lebih satu bulan lamanya, Rabu (4/8).

Salah seorang warga bermarga Purba mengatakan, dirinya bersama warga lain datang ke Kantor Wali Kota Medan untuk mempertanyakan jadwal vaksin dosis kedua yang seharusnya dilaksanakan pada 26 Juli 2021.

“Kami divaksin pada Bulan Juni lalu, itu vaksin dosis pertama. Vaksinnya di Sentra Vaksinasi di eks Bandara Polonia. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan itu seharusnya jadwal vaksin kedua tanggal 26 Juli 2021. Tapi sampai hari ini gak ada vaksinnya,” ujar Purba, Rabu (4/8).

Ia mengatakan kedatangannya bersama istri dan keluarganya ingin menyampaikan kekecewaan dan melaporkan keterlambatan vaksin keduanya kepada Wali Kota Medan.

“Kami sebenarnya ingin menyampaikan langsung ke Wali Kota, tapi tadi kami diterima oleh Humas nya. Katanya mereka mengatakan memastikan dulu ke Dinkes,” ujarnya.

Purba bersama istrinya mengaku sangat kecewa karena sudah hampir satu bulan lebih tidak mendapatkan vaksin kedua.

Ia juga telah mencoba beberapa kali datang ke sentra vaksinasi BUMN, namun dikatakan dosis vaksin untuk Pemerintah Kota Medan sedang kosong.

“Barusan tadi kami ke Eks Bandara Polonia lagi tapi ditolak. Mereka bilang stok vaksin Pemko tidak ada. Jadi kami tidak diterima untuk vaksin, itu yang buat kami kesal,” tuturnya.

Diskusi

Ia juga sempat berdiskusi dengan anggota keluarga yang merupakan tenaga medis bahwa jika sudah lebih dari satu bulan maka pelaksanaan vaksin harus diulang dari dosis pertama.

“Kami keluarga kami juga banyak tenaga medis, mereka katakan kalau sudah lebih dari satu bulan itu tidak efektif lagi. Harus diulang, makanya tanggung jawab Pemko bagaimana dalam hal ini,” ujar Purba.

“Kami sebagai masyarakat sudah sadar dan mau untuk divaksin. Karena kami tau vaksin itu untuk memperkuat imun tubuh, tapi kenapa prosesnya justru mempersulit kami,” ungkapnya.

Purba berharap maksimal tiga hari ke depan pihaknya sudah bisa mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua. “Kami berharap jangan sampai tiga hari lagi kami sudah dapat dosis kedua. Kalau bisa besok sudah disuntikkan, karena kami ragu jika keterlambatan ini lebih dari satu bulan jadi harus diulang vaksinasi dari awal,” pungkasnya.

Kedatangan Purba dan keluarganya diterima Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemko Medan Arrahman Pane.

Kordinasi

Arrahman mengatakan pihaknya harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan mengenai ketersediaan vaksin terlebih dahulu.

“Kita harus koordinasikan dulu ke Dinas Kesehatan. Tadi saya tanya ke Dinkes mereka bilang vaksin semalam masuk 500, dibagikan ke beberapa faskes jadi inikan tidak mencukupi,” ujar Arrahman.

Ia menuturkan, kemungkinan ketersediaan vaksin yang masuk belum mencukupi untuk didistribusikan ke sentra vaksinasi di Eks Bandara Polonia.

“Makanya kan mereka bilang tadi datang ke vaksinasi Halodoc tidak diterima, memang kan mungkin dosis vaksin di sana tidak ada,” ungkapnya.

Arrahman memastikan vaksinasi dosis kedua bagi warga akan tetap difasilitasi oleh Pemko Medan menunggu pasokan vaksin dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Tapi tetap nanti akan kita fasilitasi kita cek ke Dinas Kesehatan masalah ketersediaan dari vaksin ini. Nah kondisi sekarang masih kekurangan memang, kita kan masih nunggu dari provinsi ketersediaan vaksinnya,” (m26)

 

  • Bagikan