Salip China, AS Juara Olimpiade - Waspada

Salip China, AS Juara Olimpiade

  • Bagikan
WALI KOTA Paris Anne Hidalgo mengibarkan bendera Olimpiade saat upacara penutupan Olimpiade Tokyo 2020 di Stadion Olimpiade, Tokyo, Jepang, Minggu (8/8). Olimpiade berikutnya akan dilaksanakan di Paris, Prancis. Antara

TOKYO (Waspada): Amerika Serikat berhasil menyalip China untuk menjadi juara umum Olimpiade Tokyo 2020 di hari terakhir pelaksanaan, Minggu (8/8).

Saat penutupan klasemen medali pada Sabtu (7/8), China masih unggul dua medali emas atas Amerika Serikat. China mengumpulkan 38 emas, 31 perak, dan 18 perunggu. Amerika Serikat memiliki 36 emas, 39 perak, dan 33 perunggu.

Namun dari sisa jadwal di hari terakhir, Minggu (8/8), Amerika Serikat punya peluang lebih banyak untuk meraih medali emas. AS masih punya potensi meraih lima emas tambahan sedangkan China hanya bisa menambah maksimal satu emas di hari terakhir.

                                             

Tim basket putri dan pembalap sepeda Jennifer Valente sukses menyumbangkan medali emas yang membuat Amerika Serikat menggeser posisi China di pertengahan hari Minggu.

Tim basket putri AS menaklukkan Jepang dengan skor 90-75. Brittney Griner jadi penyumbang poin terbanyak lewat catatan 30 poin disusul A’ja Wilson dengan torehan 19 angka.

Jennifer Valente juga jadi yang terbaik di nomor omnium. Ia mengalahkan Yumi Kajihara dari Jepang dan Kirsten Wild dari Belanda.

Tambahan dua emas tersebut membuat Amerika sudah bergeser ke posisi pertama dengan jumlah emas sama, yaitu 38 medali namun unggul dalam jumlah perak.

Pada saat yang hampir bersamaan, petinju Keyshawn Davis sedang berlaga di kelas ringan dan tim voli putri di babak final melawan Brazil. Andai salah satu dari mereka mendapat emas Amerika Serikat dipastikan bakal mengunci status juara umum Olimpiade Tokyo.

Keyshawn Davis kalah dari Andy Cruz dengan skor 1-4. Namun tak lama berselang, tim voli putri Amerika Serikat mampu menaklukkan Brazil. Tim voli putri AS mampu tampil dominan dan mengalahkan Brazil tiga set langsung 25-21, 25-20, 25-14.

Kemenangan tersebut membuat AS memiliki 39 emas dan tak mungkin lagi dikejar China dalam perburuan gelar juara umum karena mereka unggul dalam jumlah perak.

China sendiri akhirnya gagal menambah medali emas pada hari terakhir Olimpiade setelah Li Qian kalah telak dari Lauren Price dengan skor telak 0-5.

Amerika Serikat juga tidak berhasil memperoleh emas ke-40 lantaran Richard Torrez Jr. kalah dari Bakhodir Jalolov di final tinju kelas berat super.

Amerika Serikat mengakhiri Olimpiade Tokyo 2020 dengan catatan 39 emas, 41 perak, dan 33 perunggu. China ada di posisi kedua dengan torehan 38 emas, 32 perak, dan 18 perunggu.

Sedangkan Indonesia harus puas finis di peringkat ke-55 dengan perolehan 5 medali, terdiri atas satu emas, satu perak dan tiga perunggu.

Indonesia yang sudah mengakhiri perjuangannya di Tokyo sejak 2 Agustus, berada di posisi kedua terbaik di antara negara-negara Asia Tenggara, di bawah Filipina di peringkat ke-50 dengan raihan satu emas, dua perak dan satu perunggu.

Thailand finis di urutan ke-59 dengan satu emas dan satu perunggu, disusul Malaysia di posisi ke-74 dengan satu perak dan satu perunggu.

Merah Putih sempat berada di posisi ke-35, peringkat tertingginya di Tokyo, pada 2 Agustus berkat raihan emas Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan satu perunggu dari Anthony Sinisuka Ginting pada cabang bulu tangkis.

Tanpa Penonton

Gelaran Olimpiade Tokyo 2020 telah ditutup secara resmi tanpa disaksikan penonton. Para atlet dengan mengenakan masker memasuki lapangan Stadion Nasional (Olympic Stadium) Tokyo yang kosong tanpa penonton, Minggu.

Mereka berkumpul membawa bendera mereka berjalan dengan santai, berfoto dengan olimpian lain diiringi musik dengan irama alat musik yang mewakili berbagai negara di dunia.

Tidak semua rombongan kontingen negara dapat mengikuti penutupan Olimpiade. Hal itu dikarenakan para atlet harus meninggalkan Kampung Atlet dan kembali ke negaranya dalam waktu 2×24 jam usai pertandingan mereka, dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Upacara penutupan Olimpiade Tokyo dibuka dengan kembang api yang menghiasi langit Stadion Nasional Tokyo. Kemudian cuplikan keberhasilan atlet-atlet yang berlaga diputar, diikuti masuknya Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach ke stadion. “Saya menyatakan Olimpiade ditutup,” ujar Bach di podium.

Dalam pidato penutupan, Bach berterimakasih pada atlet yang telah berjuang di Olimpiade Tokyo dan menjunjung tinggi solidaritas di bawah atap Kampung Atlet.

“Banyak tantangan yang harus dihadapi karena pandemi… dan, Olimpiade ini menumbuhkan harapan. Kalian atlet terbaik di dunia yang membuat Olimpiade menjadi nyata,” ujar Bach. (m18/ant)

 

Perolehan Medali Olimpiade 2020

  1. Amerika Serikat     39    41   33
  2. China                        38    32  18
  3. Jepang                     27    14  17
  4. Inggris Raya             22    21  22
  5. Rusia                         20    28  23
  6. Australia                   17      7   22
  7. Belanda                    10    12   11
  8. Prancis                      10    12  11
  9. Jerman                      10    11  16
  10. Italia                           10    10   20
  11. Indonesia                  1      1     3
  • Bagikan