Saksi Sebut PT JCI Bandar Masilam Tidak Cemarkan Lingkungan - Waspada
banner 325x300

Saksi Sebut PT JCI Bandar Masilam Tidak Cemarkan Lingkungan
Sidang Kasus Hoaks

  • Bagikan
TERDAKWA Nurmala Cihouta Ginting saat menjalani persidangan, di Ruang Cakra VIII PN Medan. Waspada/Ist
TERDAKWA Nurmala Cihouta Ginting saat menjalani persidangan, di Ruang Cakra VIII PN Medan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Tedi Supriatna dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Sumut mengatakan, PT Japfa Comfeed Indonesia (JCI) di Bandar Masilam, Simalungun, tidak menimbulkan pencemaran.

Hal tersebut diungkapkan Tedi Supriatna saat diminta keterangannya sebagai saksi kasus hoaks dengan terdakwa Nurmala Cihouta Ginting, dalam persidangan di Ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri (PN) Medan, pekan lalu.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Immanuel Targan SH, saksi menuturkan, dari pemeriksaan kualitas air yang dilakukan pihaknya (Dinas LH Provsu), tidak menemukan pencemaran yang ditimbulkan PT JCI di Nagori Bandar Masillam II, Kecamatan Bandar Marsilam, Kabupaten Simalungun.

Selain itu, kata saksi, pihaknya juga tidak menemukan limbah B3 dalam kegiatan PT JCI. Kata dia, limbah B3 itu dihasilkan dari proses mesin yang menghasilkan asap dan minyak/oli. Diketahui, kegiatan produksi PT JCI tidak menghasilkan minyak/oli.

Sementara dalam keterangan saksi Dermawan yang menjabat Kades Bandar Masilam II mengaku, awalnya tidak mengetahui ada warganya memberi kuasa khusus guna mensomasi PT JCI yang ada di wilayahnya.

Hal itu dikatakan Dermawan saat diminta keterangannya terkait pencabutan kuasa dari masyarakat kepada LSM untuk melakukan somasi PT JCI yang dituduh telah melakukan pencemaran.

Menurut Dermawan, mengetahui adanya warganya memberi kuasa khusus, saat dirinya dipanggil polisi. Kemudian, kata dia, tidak ingin warganya tersandung kasus kriminal, dirinya meminta warganya itu mencabut kuasa khususnya tersebut.

Sedangkan terkait pemasalahan PT JCI yang menimbulkan kericuhan, menurut dia, warganya tidak pernah gaduh/ricuh dengan PT JCI.

Usai pemeriksaan Dermawan sebagai saksi, ketua majelis hakim Immanuel Tarigan menunda persidangan yang akan dilanjutkan Rabu (15/9) dengan agenda pemeriksaan saksi ahli yang dihadapkan JPU dan pemeriksaan terdakwa Nurmala Cihouta Ginting.

SAKSI Darmawan Kades Bandar Masilam II saat menjalani persidangan, di Ruang Cakra VIII PN Medan. Waspada/Ist
SAKSI Darmawan Kades Bandar Masilam II saat menjalani persidangan, di Ruang Cakra VIII PN Medan. Waspada/Ist

Sebelumnya JPU dalam dakwaannya menyatakan, terdakwa Nurmala Cihouta Ginting telah menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan bohong dengan cara memposting pernyataan lewat akun facebook miliknya menuduh PT JCI di Bandar Masilam telah melakukan pengrusakan lingkungan hidup. (m15)

  • Bagikan