Waspada
Waspada » Rusia Luncurkan Kapal Selam Mutakhir ‘Pemusnah AS’
Headlines Internasional

Rusia Luncurkan Kapal Selam Mutakhir ‘Pemusnah AS’

Kapal selam program Kazan, Yasen-M, Rusia saat melakukan uji coba persenjataan di laut lepas. Kapal selam dengan kemampuan nuklir ini dapat memusnahkan kota-kota di Amerika Serikat. Navy Recognition

MOSKOW, Rusia (Waspada): Rusia meluncurkan kapal selam dengan kemampuan nuklir yang dapat memusnahkan kota-kota di Amerika Serikat.

Kazan adalah bagian dari program lama Vladimir Putin untuk memodernisasi angkatan bersenjata Rusia yang terjadi di tengah ketegangan tinggi antara Moskow dan Barat.

Hasil dari Kazan yang mutakhir tersebut adalah kapal Yasen-M kedua yang dilengkapi dengan rudal jelajah Kaliber dan Oniks berkemampuan nuklir.

Upacara penyerahan kapal selam Yasen-M kepada Angkatan Laut, ditargetkan akan berlangsung pada 7 Mei, dengan disertai pengibaran bendera St Andrew, lambang Angkatan Laut Rusia.

Pembukaannya akan dilakukan menjelang parade militer besar-besaran yang menandai berakhirnya Perang Dunia II di Eropa, lapor kantor berita TASS, dikutip The Sun, Rabu (5/5/2021).

Pengembangan Kazan telah diselimuti kerahasiaan dan pengirimannya berulang kali ditunda, karena masalah yang tidak ditentukan. Namun, videonya kini muncul, yang menunjukkan Kazan di laut dengan rudal tembakan dari kapal selam saudaranya, Severodvinsk.

Melansir laman The Sun, kepala intelijen AS Scott Berrier baru-baru ini menggolongkan Kazan sebagai ancaman dunia bagi Amerika, ketika berbicara dengan komite angkatan bersenjata Senat.

Kapal selam Yasen-M dirancang untuk membawa rudal hipersonik Rusia yang baru, Tskirkon atau Zircon. Putin memuji Mach 8 Zircon sebagai “benar-benar tak tertandingi”, dan telah digambarkan sebagai misil pilihannya untuk menargetkan kota-kota Amerika, jika terjadi konflik nuklir.

Kazan diluncurkan 4 tahun lalu dan telah menjalani uji coba laut sejak September 2018. TASS melaporkan, “Waktu transfer kapal selam ke Angkatan Laut telah berulang kali ditunda…karena sejumlah alasan, itu tidak memenuhi syarat untuk program tes negara yang direncanakan tepat waktu.”

TASS menyatakan, “Senjata serang utama kapal selam Proyek 885/885M adalah rudal jelajah ‘Oniks’, ‘Kalibr’, dan di masa depan ada hipersonik ‘Zircons'”. Kazan mampu membawa hingga 32 rudal jelajah Kalibr.

Pada November, Kazan menembakkan peluru kendali Kalibr dan Oniks “yang mengkonfirmasi kemungkinan peluncuran semacam itu”, kata sumber militer. Kalibr “ditembakkan dari peluncur vertikal ke sasaran pesisir, dan rudal Oniks ditembakkan dari peluncur torpedo ke sasaran permukaan”, kata laporan itu.

Kedua target itu “berhasil dipukul”. Itu terjadi pekan lalu, pada Jumat (30/4/2021) dengan meluncurkan rudal jelajah supersonik di Laut Hitam, tempat kapal-kapal AS sebelumnya masuk, sebagai pesan mengerikan lainnya yang dikirim Rusia ke Presiden AS Joe Biden.

Rudal itu diluncurkan dalam latihan tembakan langsung karena ketegangan di Ukraina yang telah meningkat, menyusul kekhawatiran akan invasi Rusia.

Penembakan itu menyusul peluncuran rudal yang gagal pada Kamis, di mana rudal Kalibr gagal menembak dan hampir menghantam kapal perusak kelas Marsekal, Shaposhnikov Udaloy, di Laut Jepang di pantai Pasifik Rusia. (the sun/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2