RS Di Medan Beramai-ramai Dirikan Tenda Darurat Covid-19

RS Di Medan Beramai-ramai Dirikan Tenda Darurat Covid-19

  • Bagikan
RS USU sedang mempersiapkan membangun tenda darurat untuk antisipasi membludaknya pasien Covid-19. Waspada/Ist
RS USU sedang mempersiapkan membangun tenda darurat untuk antisipasi membludaknya pasien Covid-19. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Rumah Sakit (RS) di Medan Beramai-ramai dirikan tenda darurat untuk mengantisipasi membludaknya pasien covid-19.

Seperti baru-baru ini RS Colombia Asia Medan, mendirikan 5 tenda yang gunanya untuk membantu masyarakat mempermudah mendapatkan layanan kesehatan karena ruangan periksa penuh oleh pasien covid-19 yang akan dirujuk ke RS lain

Selanjutnya RS USU juga membangun tenda. Saat dikonfirmasi pada Senin (9/8), Humas RS USU, M Zeinizen membenarkan bahwa mereka membangun tenda namun sebutnya tenda itu bantuan dari BNPB yang tujuannya untuk menjaga kemungkinannya membludaknya pasien positif Covid-19.

“Ya ada bantuan dari BNPB ini menjaga kemungkinan membeludaknya pasien positif Covid-19 dan ruang rawat untuk pasien covid-19 kita juga full (penuh),” ungkapnya.

Terpisah, Manajer Pemasaran RSU Hermina, drg. Andrew Richi juga mengakui bahwa pihaknya juga terpaksa membangun tenda darurat. Saat ini ada dua tenda yang didirikan di area belakang RS yang terletak di Jalan Asrama Medan itu.

“Kita memang mendirikan tenda di area belakang RS yang tujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terindikasi Covid-19, dari sisi alur pelayanan pasien dengan indikasi Covid-19 dengan pasien non covid kita pisahkan jalurnya, ini untuk menghindarkan penularan sesama masyarakat yang berkunjung,” katanya.

Bahkan pihaknya mengatakan juga akan menambah kapasitas tenda karena jumlah masyarakat yang datang dengan indikasi Covid-19 itu memang mengalami peningkatan. Sebutnya dalam perhari bisa 5 sampai 6 pasien waiting list (daftar tunggu). Karena memang ruang rawatanya juga penuh karena itu dibangun tenda.

“Kitakan tidak mungkin membiarkan pasien terlantar jadi memutuskan untuk menambah tenda sehingga pasien yang tidak bisa menemukan rujukan ke rumah sakit lain bisa menunggu disitu menunggu pasien yang dirawat pulang dan menunggu rujukan ke RS lain. Kita ada 60 tempat tidur untuk ruang rawatan pasien covid-19 termasuk ICU dan semua penuh sudah berlangsung 1 bulan lebih,” ujarnya.

Sulit Dapat Layanan Kesehatan

Sementara itu, penuhnya rumah sakit di Medan ini juga membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terutama yang terindikasi Covid-19.

Seperti pengakuan salah seorang warga Medan, Dewan yang kesulitan mendapatkan kamar rawat inap karena semua RS yang didatanginya penuh.

“Bapak mertua saya positif Covid-19 dan masuk di IGD RSUP Adam Malik pukul 23.16 WIB pada Minggu (8/8) Sekarang ini masih nunggu kamar ICU. Semalam, dari sore sampai malam, rumah sakit di Marelan : Eshmun, Mitra Media, Royal Prima kamar untuk pasien Covid-19 penuh, di Medan, RS Siloam, RS Elisabeth, RS Martha Friska Multatuli, RS Bunda Thamrin, RS Royal Prima Ayahanda juga penuh semua,” ungkapnya.(cbud)

  • Bagikan