Waspada
Waspada » RS Darurat Khusus Covid-19 Di Batu 20 Simalungun Diresmikan
Headlines Sumut

RS Darurat Khusus Covid-19 Di Batu 20 Simalungun Diresmikan

Bupati Simalungun, JR Saragih, didampingi Dandim 0207, Kajari dan Kadis Kesehatan saat meninjau RS Darurat Khusus Covid-19 di Batu 20.
Bupati Simalungun, JR Saragih, didampingi Dandim 0207, Kajari dan Kadis Kesehatan saat meninjau RS Darurat Khusus Covid-19 di Batu 20.

SIMALUNGUN (Waspada): Pembangunan Rumah Sakit (RS) Darurat Khusus Covid-19 di Batu 20, Kec. Panei, Kab. Simalungun telah selesai dan penggunaannya secara resmi dilakukan Bupati, JR Saragih, Senin (11/5).

Disisi lain, pembangunan gedung RS darurat tersebut mendapat tanggapan miring dari kalangan anggota DPRD Simalungun.

Pembangunannya dikategorikan sebagai pemborosan anggaran, karena sama sekali tidak urgen mengingat saat ini Pemkab Simalungun telah memiliki 3 rumah sakit umum daerah yang ketiganya juga telah turut membantu perawatan terhadap pasien terkait Covid-19.

” Tidak urgen sama sekali,” kata Ketua Fraksi NasDem DPRD Simalungun, Bernhard Damanik, kepada Waspada, Senin (11/5), sore, menanggapi diresmikannya RS Darurat Khusus Covid-19 di Batu 20.

Bernhard mengatakan, sewaktu memulai pembangunan rumah sakit tersebut pun, sesungguhnya Pemkab Simalungun sudah tidak konsisten.

Awalnya disebutkan untuk tempat isolasi mandiri, kemudian istilahnya berubah lagi menjadi wisma karantina dan informasi terakhir berubah lagi menjadi rumah sakit darurat khusus Covid-19.

Menurutnya, anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan rumah sakit dimaksud cukup besar, belum lagi biaya operasional dan perawatannya akan lebih besar lagi.

Sementara, saat ini Pemkab telah memiliki 3 rumah sakit daerah yang dinilai lebih dari cukup dalam menangani masalah Covid-19. Karenanya dimenilai keberadaan rumah sakit darurat sebagai pemborosan anggaran.

” Apa urgensinya rumah sakit darurat tersebut, mengingat selain anggaran pembangunan tersebut  sangat besar dengan miliaran rupiah, tetapi nantinya justru anggaran operasional yang lebih besar lagi, karena sesuai peraturan perundang-undangan operasional rumah sakit darurat itu akan ditanggung oleh APBD,” ujar Bernhard.

” Bila kita melihat kondisi rumah sakit daerah yang ada di Simalungun, sudah lebih dari cukup dalam menangani Covid -19, tetapi kita harus mengeluarkan anggaran untuk rumah sakit darurat tersebut, sehingga kita kategorikan pemborosan anggaran,” tandas anggota dewan tiga periode itu menambahkan.

Menampung 200 Pasien

Sementara, Bupati Simalungun JR Saragih, sewaktu meresmikan RS Darurat Khusus Covid-19 di Batu 20 itu, mengatakan kapasitas rumah sakit dimaksud dapat menampung 200 pasien,

dilengkapi dengan peralatan yang memadai seperti ruang UGD, radiologi, laboratorium, ruang rawat inap.

” Setiap kamar menyediakan 6 tempat tidur dan seluruhnya dapat menampung 200 pasien. Di rumah sakit itu dilengkapi dengan peralatan seperti ruang UGD, radiologi, laboratorium, ruang rawat inap,” kata bupati.

Sedangkan untuk tenaga medis telah disiapkan sebanyak 160 orang  seperti dokter spesialis dalam, dokter anastesi, dokter anak, dokter radiologi, dokter paru, dokter bedah dan dokter telinga hidung dan tenggorokan (THT) dengan jumlah keseluruhan sebanyak 220 orang termasuk bidan, perawat, petugas kebersihan dan supir.

Sementara Pelaksana Tugas Kadis Kesehatan dr Lidya Saragih  menyampaikan bahwa keberadaan rumah sakit ini dikhususkan untuk menangani pasien ODP, OTG, PDP.

Oleh karenanya pihaknya berharap kerjasama dengan para kepala Puskesmas, Camat untuk pencegahan dan memutus  mata rantai Covid-19 di daerah kita.

” Bilamana ada warga pendatang di tiap kecamatan terkhusus berasal dari daerah zona merah agar dibawa ke tempat ini dilakukan isolasi,” katanya.(a27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2