Ribuan Rumah di Medan Utara Terendam Banjir

Ribuan Rumah Di Medan Utara Terendam Banjir

  • Bagikan
WARGA melintas di Pasar UKA Martubung Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan yang terkena banjir, Rabu (29/1). Ribuan rumah di Medan Utara terendam banjir akibat hujan lebat. Waspada/Andi Aria Tirtayasa
WARGA melintas di Pasar UKA Martubung Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan yang terkena banjir, Rabu (29/1). Ribuan rumah di Medan Utara terendam banjir akibat hujan lebat. Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Ribuan rumah di Medan Utara  terendam banjir akibat hujan lebat dengan intensitas tinggi selama 4 jam, yang mengguyur sejak Selasa (28/1) sekira pukul 23:00 hingga Rabu (29/1) pukul 04:00.

Ribuan rumah di Medan Utara yang terendam banjir itu berada di kawasan Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Belawan dan Medan Deli.

Genangan banjir setinggi 1 meter membuat warga di sekitar Pajak UKA Jl. Rawe V, Lingkungan VII, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, jadi terganggu.

Genangan air diduga bercampur dengan limbah yang berasal dari kawasan KIM I.

Kondisi yang sama juga terlihat di sepanjang Jl Marelan Raya Kelurahan Paya Pasir, Rengas Pulau dan Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan dan di Pasar Belawan Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan.

Sedangkan di Kelurahan Sei Mati Kelurahan Medan Labuhan, akses jalan di bawah jembatan tol Belmera tergenang air.

Sehingga pengendara roda dua dan roda empat tak berani melintasinya.

Resah

Sulaiman, 43 , warga Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, mengatakan, seluruh warga Kecamatan Medan Marelan resah, karena kawasan mereka rawan banjir meskipun hujan turun 1 jam dan menggenangi pemukiman rumah-rumah warga dan fasilitas umum.

“Kecamatan Medan Marelan adalah hilir dari aliran sungai dan parit Kota Medan sebahagian besar bermuara di hilir Sungai Bedera,” ujar Sulaiman.

Menurut Sulaiman,  masyarakat Medan Utara semakin resah akibat banjir kiriman dari Kota Medan tersebut.

Pemerintah melalui dinas terkait terkesan bekerja setengah hati melakukan normalisasi sungai, terutama Sungai Bedera yang menjadi jalur air ke daerah Kota Medan sekitarnya.

“Kami masyarakat heran dengan kinerja Balai Wilayah Sungai (BWS II ) dan Pemko Medan kenapa pekerjaan normalisasi Sungai Bedera tidak diteruskan yang mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakt terutama di hilir Sungai Bedera khususnya, yang terus menjadi korban banjir.

Warga lainnya, seorang pedagang yang sehari hari berjualan ikan basah di Pajak UKA di Jl. Rawe V, Lingkungan VII, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Belawan mengaku sangat kecewa kepada Pemko Medan.

Pemko terkesan mengabaikan pembangunan infrastruktur, sehingga drainase banyak yang tidak berfungsi dan minimnya lokasi serapan air.

“Dan diduga air banjir sekitar sini sudah kotor karena tercemar limbah dari PT Kawasan Industri Modren (KIM) Persero”. kata ibu penjual ikan tersebut. (h04)

  • Bagikan