Waspada
Waspada » RI Dan Dunia Arab Kecam Kekerasan Israel Terhadap Warga Palestina Di Masjid Al-Aqsa
Headlines Internasional

RI Dan Dunia Arab Kecam Kekerasan Israel Terhadap Warga Palestina Di Masjid Al-Aqsa

Seorang demonstran yang terluka ditolong oleh rekan-rekannya dalam unjuk rasa yang berakhir dengan bentrokan melawan polisi Israel di Masjid Al-Aqsa pada Jumat hingga Sabtu waktu setempat. AP

YERUSALEM, Palestina (Waspada): Indonesia dan dunia Arab mengecam tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan Israel terhadap warga Palestina dalam bentrokan yang berlangsung di Masjid Al-Aqsa pada Jumat pekan lalu.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam aksi tersebut serta menyatakan juga mengecam pengusiran paksa sebanyak enam warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, oleh aparat keamanan Israel.

“Pengusiran paksa dan tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan berbagai resolusi DK PBB, hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa IV tahun 1949, dan berpotensi menyebabkan ketegangan dan instabilitas di kawasan,” tulis Kemenlu lewat akun Twitter.

Dikutip dari The Jerusalem Post, Minggu (9/5/2021), badan-badan Arab di seluruh Timur Tengah secara luas mengutuk aksi polisi Israel. Gerakan Islam di Israel mengutuk tindakan polisi Israel dan menuntut agar mereka segera menarik pasukan dari kawasan Masjid Kubah Batu tersebut.

Baca juga: Polisi Israel Dan Warga Palestina Bentrok, 22 Orang Terluka

Kekerasan terhadap warga sipil Palestina di Masjid Al-Aqsa terjadi pada Jumat dan Sabtu malam. Ratusan polisi perbatasan Israel bentrok dengan ribuan pemuda Palestina yang tengah beribadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Bentrok dipicu kemarahan warga Palestina terhadap putusan MA Israel terkait penggusuran rumah-rumah di Yerusalem Timur. Polisi Israel dilaporkan menembakkan peluru karet hingga granat kejut, meriam air pun disiapkan untuk membubarkan massa. Sedangkan para pemuda melemparkan batu.

Tercatat 205 warga Palestina dan 17 petugas polisi Israel luka-luka usai terjadinya bentrokan. Gerakan tersebut menuntut keluarga Palestina untuk tetap dapat meningkatkan perjalanan ibadah ke masjid dalam beberapa hari mendatang, dan terutama pada hari ke 28 Ramadhan, yang dimulai pada Sabtu malam (8/5/2021).

Dikatakan “pendirian Israel” menanggung tanggung jawab atas hasil serangan dan provokasi baru-baru ini oleh para pemukim di lingkungan utara Sheikh Jarrah di Yerusalem.

Komite Tindak Lanjut Tinggi untuk Warga Arab Israel, sebuah organisasi ekstra-parlementer yang mewakili warga Arab-Israel, menyerukan protes di semua kota Arab melawan untuk “teror pendudukan di Yerusalem.”

Pada hari yang sama, Hamas juga mengeluarkan pernyataan untuk memperingatkan Israel tentang potensi dampak dari bentrokan di Temple Mount. Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh mengirim pesan langsung kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kepadanya “jangan bermain-main dengan api.”

Kepala Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, mengatakan bahwa dia meminta duta besar Palestina untuk PBB agar mendesak pihak Dewan Keamanan PBB bersidang tentang situasi di Yerusalem, seperti bentrokan di masjid Al-Aqsa dan bentrokan di Sheikh Jarrah, Walla.

UEA yang menormalisasi hubungan dengan Israel tahun lalu, turut “mengutuk keras” bentrokan di Masjid Al-Aqsa yang berpotensi penggusuran. Hal itu disampaikan melalui pernyataan Menteri Luar Negeri UEA Khalifa al-Marar. Ia juga mendesak otoritas Israel untuk mengurangi ketegangan.

“UEA perlunya otoritas Israel untuk memikul tanggung jawab mereka sejalan dengan hukum internasional yaitu memberikan perlindungan yang diperlukan bagi warga Palestina,” kata pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita negara WAM.

Kementerian luar negeri Yordania mengutuk masuknya pasukan Israel ke Temple Mount, dan “serangan tak berkemanusiaan” mereka terhadap jamaah di sana.

Qatar juga mengecam masuknya pasukan keamanan Israel dalam bentrokan di Masjid Al-Aqsa itu, menyebutnya sebagai “provokasi bagi jutaan Muslim di seluruh dunia,” menurut lapor Ynet.

Negara Teluk itu kemudian menyerukan kepada komunitas internasional untuk bertindak menghentikan tindakan Israel yang merugikan rakyat Palestina. Sementara Mesir dan Turki pun mengritik Israel.

Kemenlu Mesir menyatakan bahwa “membangun permukiman baru atau memperluas yang sudah ada, mengambil alih tanah atau mendeportasi warga Palestina, itu adalah pelanggaran hukum internasional dan mengurangi peluang untuk mencapai solusi dua negara.”

Kementerian Luar Negeri Turki mendesak Israel untuk “segera mengakhiri sikap provokatif, permusuhannya dan bertindak dengan alasan.” “Israel memalukan dan mereka yang tetap diam dalam menghadapi serangan yang memalukan,” kata Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin di Twitter. (ap/jp/afp/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2