Waspada
Waspada » Replika Sekolah dan Museum Pendidikan Jadi Daya Tarik Wisata
Headlines Nusantara Pendidikan

Replika Sekolah dan Museum Pendidikan Jadi Daya Tarik Wisata

SUASANA di dalam ruang kelas SD Laskar Pelangi. Waspada/Adji K.
SUASANA di dalam ruang kelas SD Laskar Pelangi. Waspada/Adji K.

JAKARTA (Waspada): Hari ini, tepat 2 Mei, Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Sejumlah akun Instagram (IG) ramai menggunggah ucapan selamat merayakan hari spesial bagi dunia pendidikan Tanah Air tercinta ini.

PLANG Replika SD Laskar Pelangi di Belitung. Waspada/Adji K.
PLANG Replika SD Laskar Pelangi di Belitung. Waspada/Adji K.

Sebagai wartawan, entah kenapa setiap kali mendengar kata Hardiknas selalu terbayang Replika Sekolah Dasar (SD) Laskar Pelangi di Linggang Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belirung (Babel) dan juga sejumlah museum pendidikan.

Replika SD Laskar Pelangi merupakan bangunan amat sederhana di tengah lapangan yang sampai saat ini masih berhasil menjaring wisatawan, baik lokal, nusantara maupun mancanegara.

Ini membuktikan dunia pendidikan termasuk bangunannya bisa menjadi daya tarik wisata dengan segala keunikan, nilai sejarah, dan pesonanya.

Saya jadi teringat ucapan Tan Malaka: “Tujuan pendidikan adalah mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan”.

Sebagai catatan, 2 Mei ditetapkan sebagai Hardiknas mengingat tanggal tersebut merupakan tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara, pahlawan yag berjasa dalam dunia pendidikan di Indonesia yg kemudian digelari Bapak Pendidikan Indonesia oleh Pemerintah pada tahun 1959.

Sementara Replika Bangunan SD Laskar Pelangi yang terletak di daerah Gantong, Belitung Timur, tak jauh dari Museum Andrea Hirata itu merupakan bagian dari setting dari film fenomenal Laskar Pelangi.

Film berlatar belakang era 1970-an yang dimainkan Cut Mini, Ikranagara, Slamet Rahardjo Djarot, Mathias Muchus, dan Teuku Rifnu Wikana ini bercerita mengenai 10 anak yang menempuh pendidikan di sebuah sekolah dasar yang bangunannya sudah reyot di Gantong, Belitung Timur.

Ke-10 anak itu menamakan diri Laskar Pelangi. Mereka harus berusaha keras untuk mempertahankan sekolah mereka dan meneruskan pendidikan.

Film bergenre drama yang disutradarai Riri Riza dan diproduseri Mira Lesmana ini bukan hanya telah ditonton oleh 4,6 juta orang pun mendapatkan sejumlah penghargaan film nasional dan internasional, termasuk kategori Film Terbaik dari Festival Film Indonesian 2009.

Film ini bahkan sukses menyabet SIGNIS Award dari Hong Kong International Film Festival 2009 dan Golden Butterfly Award dari 23rd International Children & Young Adults Film Festival, Iran juga tahun 2009.

Hebatnya lagi, film ini turut berperan memajukan pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Pulau Belitung hingga muncul paket wisata Laskar Pelangi dan menjadikan pulau penghasil timah dan lada itu mendapat julukan baru sebagai Bumi Laskar Pelangi.

Film yang diadaptasi dari novel populer karangan Andrea Hirata ini bukan hanya menggambarkan keindahan persahabatan dan kegigihan perjuangan hidup anak-anak dalam meraih mimpi, pun menawarkan pesona pemandangan spektakuler dari Pulau Belitung sebagai lokasi syuting film ini.

Berkat film Laskar Pelangi, sejumlah objek wisata bermunculan di Belitung antara lain Museum Kata di Jalan Raya Laskar Pelangi No.7 Gantong, Belitung Timur.

Rumah yang difungsikan sebagai sebuah museum itu berisi tentang kisah perjuangan anak-anak dalam novel Laskar Pelangi. Yang menarik warna cat museum ini penuh warna-warni sehingga jadi objek foto yang instragramable.

Selain itu tentu saja Replika Bangunan SD Laskar Pelangi tersebut.

Objek lainnya sejumlah kedai kopi di Kota Manggar, Belitung Timur yang berjuluk “Kota 1001 Warung Kopi”.

Tak ketinggalan Pantai Tanjung Tinggi dan Pantai Tanjung Pendam yang punya bermacam bentuk batuan granit berukuran besar di tepian pantainya.

MUSEUM Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung. Waspada/Ist
MUSEUM Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung. Waspada/Ist

Jelajah Museum Pendidikan

Seperti sudah disinggung di atas, setiap kali Hardiknas, saya juga terkenang sederet museum pendidikan yang ada di beberapa kota di Jawa.

Ada sekurangnya lima museum yang ingin saya jelajahi lagi yakni Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya dan Museum Pendidikan Indonesia (MPI) di Jogja, Museum Pendidikan di Kota Surabaya, Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung, dan Museum Pendidikan di Kota Malang.

MUSEUM Tamansiswa Dewantara Kirti Griya di Jogja. Waspada/Ist
MUSEUM Tamansiswa Dewantara Kirti Griya di Jogja. Waspada/Ist

Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya yang beralamat lengkap di Jl. Taman Siswa No.25, Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Jogja ini merupakan museum peninggalan dari tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara.

Di laman kemdikbud.go.id dijelaskan kalau di museum berupa rumah dan pendapa itu menyimpan bermacam koleksi peninggalan barang-barang yang dipakai oleh Ki Hadjar Dewantara beserta keluarga.

Masih di Kota Gudeg, Nasi Kucing, dan Kopi Joss yang kerap ngangenin, juga berada Museum Pendidikan Indonesia (MPI) yang merupakan museum pendidikan pertama di Indonesia.

Museum satu ini berada di kawasan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang berada di barat laut gedung Rektorat UNY.

Keberadaan kedua museum itu memperkuat citra Jogja sebagai kota pelajar, selain kota wisata.

Di Ibukota Jawa Timur, Surabaya yang terkenal dengan Rujak Cingur dan Rawon Setan-nya juga ada Museum Pendidikan.

Alamatnya di Jl. Genteng Kali Nomor 10, di sisi utara Taman Ekspresi.

Satu lagi masih di Jawa Timur, tepatnya di Kota Apel, Malang juga ada Museum Pendidikan yang terletak di kawasan Malang International Education Park (MIEP) Tlogowaru.

Museum yang didirikan pada tahun 2010 ini memiliki ratusan koleksi terkait pendidikan, baik tradisional maupun modern dan benda-benda pendukung pendidikan serta koleksi seni dan kebudayaan di Indonesia.

Sedangkan di Kota Paris van Java, Bandung ada Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia.

Museum yang didirikan atas prakarsa Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata M.Pd, dan didukung Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan itu beralamat di Jl. Dr. Setiabudi No.229, Isola, Kec. Sukasari, Kota Bandung.

Di laman resmi museum tersebut ini diharapkan pengunjungnya bukan hanya bisa melihat koleksi (something to see), tetapi bisa melakukan sesuatu (something to do) dan berbagai pengalaman (something to share), serta membeli sesuatu yang dapat menjadi kenang-kenangan (something to buy).

Sayangnya, saat ini baik Replika SD Laskar Pelangi maupun 5 museum pendidikan tersebut masih ditutup sementara guna mencegah dan memutus rantai sebaran pandemi Covid-19.

Tapi tenang, nanti setelah Covid-19 pergi dan semua layanan kunjungan ke objek-objek wisata tersebut beroperasi kembali, saya dan semua wisatawan bisa menjelahi satu per satu, untuk sekaligus merayakan Hardiknas.

Sekali lagi selamat Hardiknas 2020, semoga bidang pendidikan di negeri +62 ini semakin maju, melahirkan generasi bukan saja cerdas, sehat, kuat dan cakap, pun tak kalah penting jujur, santun, dan berakhlak baik. (Adji K.)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2