Waspada
Waspada » Rektor USU Panggil Prof Henuk Usai Langsungkan Pernikahan
Headlines Medan Pendidikan

Rektor USU Panggil Prof Henuk Usai Langsungkan Pernikahan

REKTOR USU Muryanto Amin saat menerima dokumen pernyataan sikap mahasiswa Papua saat demo di Biro Rektor USU, Selasa (2/2). Rektor USU Panggil Prof Henuk Usai Langsungkan Pernikahan.Waspada/M Ferdinan Sembiring
REKTOR USU Muryanto Amin saat menerima dokumen pernyataan sikap mahasiswa Papua saat demo di Biro Rektor USU, Selasa (2/2). Rektor USU Panggil Prof Henuk Usai Langsungkan Pernikahan.Waspada/M Ferdinan Sembiring

MEDAN (Waspada): Menyikapi tuntutan mahasiswa Papua di USU terkait indikasi rasisme yang diduga dilakukan Prof Yusuf Leonard Henuk, maka rektorat akan memanggil yang bersangkutan.

Rektor USU Dr Muryanto Amin mengatakan, Prof Henuk akan dipanggil setelah beliau menjalani pernikahannya, Rabu (3/2).

Pihak USU akan meminta klarifikasi terkait cuitannya di Twitter ‎terhadap Natalius Pigai, setelah perniakahannya dilangsungkan.

“Kita akan berbicara dengan beliau (Prof Henuk), kabarnya besok dia mau menikah lagi. Ya, jadi kita biarkanlah dulu beliau menyelesaikan kewajibannya dulu, baru kita bicara,” ungkap Muryanto kepada wartawan.

Prof Henuk akan melangsungkan pernikahan di Jakarta.

Muryanto mengatakan akan terlebih dahulu diberikan informasi klarifikasi sebelum Guru Besar Fakultas Pertanian USU itu berangkat ke ibu kota.

“Hari ini kita bicara (jadwal klarifikasinya) dengan Prof Henuk sebelum dia berangkat ke Jakarta,” jelasnya.

Muryanto mengatakan akan mempelajari tuntutan pendemo sesuai dengan wewenang yang dimiliki USU menyikapi perbuatan rasisme yang diduga dilakukan Prof Henuk.

Pastinya, ia mengungkapkan, akan menyelesaikan permasalahan ini segera.

“USU akan memberikan porsi sesuai kewenangannya. Dari tuntutan anak kami ini, kita lihat kewenangan apa jadi bagian dari USU. Karena kita nggak bisa juga sembarangan, karena USU punya aturan tidak bisa lampaui batas kewenangan yang dimiliki,” sebut Muryanto.

Muryanto menunjuk ‎Wakil Rektor V USU Luhut Sihombing menjadi pimpinan USU yang akan melakukan klarifikasi dan menyampaikan informasi perkembangannya hal tersebut.

“Karena beliau pernah ke Papua. Pak Luhut akan menjadi perwakilan dari pimpinan universitas berbicara dengan perwakilan dari teman mahasiswa Papua,” sebut Muryanto.

‎Sebelumnya, dalam aksi demo di Biro Rektor USU, Ikatan Mahasiswa Papua menyampaikan sikap melawan rasisme. Mereka meminta jabatan Prof Henuk sebagai Guru Besar USU dicopot.

Kedua, mereka meminta pihak kepolisian untuk menangkap Prof Henuk dan diproses sesuai dengan hukum.

“Ketiga hentikan rasisme terhadap orang Papua. Keempat, bila tidak direalisasi kami turun lagi, dengan jumlah besar. Kami mahasiswa Papua menuntut melawan rasisme. Karena rasisme musuh bersama. Rasisme tidak boleh dipelihara di USU maupun di Indonesia,” sebut Kordinator Aksi Yance Emany dengan menggunakan alat pengeras suara.

Dalam cuitannya di Twitter, Yance mengatakan Prof Henuk menyampaikan rasisme dengan menyebut semua orang Papua bodoh disertai dengan gambar monyet.‎

“Di twitter dibilang (Prof Henuk) orang Papua bodoh dan monyet,” sebut Yance kepada wartawan di Kampus USU.

Yance ‎mengatakan pihaknya menuntut keras, hentikan rasisme terhadap orang Papua dan jangan ada lagi rasisme.

“Kami mahasiswa menuntut untuk segera dituntaskan pelaku rasisme untuk diproses hukum,” sebut Yance. (m19)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2