Rekrutmen Calon Prajurit Dari Alumni Santri Dan Lintas Agama Perlu Diapresiasi

  • Bagikan
ANGGOTA DPD BAI Lhokseumawe H M Yusuf Hasan bersama Ketua MPU Aceh Utara H Abdul Manan. Waspada/Ist
ANGGOTA DPD BAI Lhokseumawe H M Yusuf Hasan bersama Ketua MPU Aceh Utara H Abdul Manan. Waspada/Ist

LHOKSEUMAWE (Waspada): Berbagai kalangan di Aceh Utara menilai, perlu memberikan apresiasi penerimaan bintara dari latar belakang santri dan lintas agama. Sebelumnya Jenderal TNI, Dudung Abdurachman menyampaikan, dalam waktu dekat TNI AD akan merekrut calon prajurit dari alumni santri dan lintas agama untuk menjadi Prajurit TNI AD.

DPD Badan Advokasi Indonesia (BAI) di Lhokseumawe menegaskan, pihaknya mendukung pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI, Dudung Abdurachman di halaman Monumen Nasional (Monas), saat meninjau reuni Persaudaraan Alumni (PA) 212 beberapa waktu lalu. “Kasad menyampaikan, bahwa dalam waktu dekat TNI AD akan merekrut calon prajurit dari alumni santri dan lintas agama untuk menjadi Prajurit TNI AD,” jelas anggota Dewan Pembina Daerah (DPD) BAI, H M Yusuf Hasan kepada Waspada, Sabtu (4/12).

Menurutnya, keputusan itu perlu diapresiasi semua pihak. H M Yusuf Hasan menjelaskan, kalangan santri sudah mendapatkan pendidikan moral dan pendidikan akhlak di lembaga pendidikan pesantren. Sehingga mereka dapat dipastikan akan mampu menjadi personel TNI yang bermoral dan berakhlak baik.

Kesempatan Lulusan Dayah

Menurut H M Hasan, santri khususnya di Aceh merupakan lulusan dayah (pesantren) yang layak menjadi personel TNI. “Para santri banyak yang masih mudah dan energik,” jelasnya.

Menurutnya, rekrutmen calon prajurit TNI dari santri, merupakan dambaan semua pihak. Bahkan bila kita membuka sejarah lahirnya TNI, Panglima TNI pertama yaitu, Jenderal Soedirman merupakan seorang santri. “Jenderal Sudirman dari seorang santri ternyata mampu memimpin pasukan di medan perang,” tegas H M Yusuf Hasan.

DPD BAI Lhokseumawe mengajak, semua pihak memberikan dukungan terhadap program yang disampaikan Kasad Jenderal TNI, Dudung Abdurachman. Bahkan masyarakat Aceh perlu bersyukur, santri sekarang sudah dapat diterima di permerintahan. Baik sebagai eksekutif, legislatif maupun di lingkungan TNI. (b08)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *