Ratusan Masyarakat Langkat Tolak RUU HIP - Waspada

Ratusan Masyarakat Langkat Tolak RUU HIP

  • Bagikan
Ratusan masyarakat saat berunjukrasa di DPRD Kab. Langkat menolak RUU HIP. Waspada/Abdul Hakim
Ratusan masyarakat saat berunjukrasa di DPRD Kab. Langkat menolak RUU HIP. Waspada/Abdul Hakim

STABAT, (Waspada): Ratusan masyarakat Kab. Langkat berunjukrasa di Gedung DPRD di Stabat menolak Rancangan Undang–Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP), Rabu (1/7).

Massa yang terdiri dari Ormas Islam, pengurus MUI di 23 kecamatan, Pemuda Pancasila dan massa lainnya berjalan dari Masjid Assyuhada, Jalan Proklamasi Stabat menuju gedung dewan di komplek perkantoran Kab. Langkat.

Sebelum diterima sejumlah anggota DPRD, massa bertakbir di luar pagar gedung dewan sambil meneriakkan tolak komunis di Indonesia. Kemudian puluhan perwakilan pengunjukrasa diterima di ruang rapat utama DPRD Langkat.

Dalam kesempatan itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Langkat H. Ahmad Mahfuz yang mengkoordinir aksi, membacakan sejumlah pernyataan sikap yakni menolak RUU HIP karena memberi ruang bangkitnya komunis di Indonesia.

Kemudian dikatakan Ahmad Mahfuz jika rancangan undang-undang tersebut tetap dibahas maka akan muncul konflik di tanah air karena pancasila telah dikhianati yang menghilangkan nilai-nilai agama didalamnya.

Dengan menghilangkan Ketuhanan Yang Maha Esa maka  hal tersebut merupakan pelecehan dan menghinaan terhadap agama. ‘’Presiden harus menghapus RUU HIP tersebut,’’ kata Mahfuz.

Ditambahkannya jika rancangan undang-undang itu nantinya tetap dibahas dan dipaksakan menjadi undang-undang, maka jajaran MUI dan Ormas Islam serta masyarakat Kab. Langkat siap berjihad membela Islam.

Ketua MUI turut meminta Kapolri mengusut inisiator RUU HIP tersebut yang ingin membangkitkan ajaran komunis di Indonesia. Dalam tuntutan berbeda massa menolak tenaga kerja asing dari China di Indonesia.

Terakhir dalam pernyataan sikap tersebut Ketua MUI Langkat meminta Bupati TR. Perangin-angin berperan aktif memberantas segala bentuk maksiat di Kab. Langkat.

Dalam kesempatan itu beberapa anggota DPRD Langkat yang menerima perwakilan pengunjukrasa seperti Fatimah dari PKS, Sucipto dari PPP, M. Bahri dari PBB, Dedek Pradesa dan beberapa lainnya mengapresiasi pengunjukrasa.

Dikatakan mereka, DPRD Langkat juga menolak RUU HIP dan tidak ada tempat bagi komunis di Indonesia. Tuntutan dalam pernyataan sikap tersebut kata beberapa anggota DPRD Langkat akan disampaikan kepada pimpinan hingga ditindaklanjuti ke DPR RI. (a11).

  • Bagikan