Waspada
Waspada » Ratusan Calhaj Kota Medan Batalkan Keberangkatan
Headlines

Ratusan Calhaj Kota Medan Batalkan Keberangkatan

KEPALA Seksi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Medan, H Eri Nopa MAP. Ratusan jamaah calon haji (Calhaj) asal Kota Medan batalkan keberangkatan haji sejak bulan Januari hingga September 2020. Waspada/Anum Saskia
KEPALA Seksi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Medan, H Eri Nopa MAP. Ratusan jamaah calon haji (Calhaj) asal Kota Medan batalkan keberangkatan haji sejak bulan Januari hingga September 2020. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada):  Ratusan jamaah calon haji (Calhaj) asal Kota Medan batalkan keberangkatan haji sejak bulan Januari hingga September 2020.

Ratusan calhaj Kota Medan batalkan keberangkatan akibat dampak pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Kankemenag Kota Medan Dr Impun Siregar bersama Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umrah, H Eri Nopa, MAP (foto), Minggu (4/10).

“Sejak bulan Januari hingga September ada 342 calhaj yang membatalkan keberangkatan,” kata Eri Nopa.

Dengan pembatalan itu, otomatis hilang hak mereka untuk berangkat dan uang yang dimiliki jamaah akan dikembalikan sesuai ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

Hal lain disampaikan Eri Nopa, sejak Januari sampai bulan September, jumlah para pendaftar hajipun mengalami penurunan.

Dia memprediksi, hal ini terdampak dari pembatalan keberangkatan haji tahun ini atau sedang terjadinya pandemi Covid-19.

“Prokes tetap kita laksanakan sesuai ketentuan. Tamu yang datang harus menggunakan masker, harus mencuci tangan dan menjaga jarak saat pendaftaran,” ungkapnya.

Namun begitu, sambung dia, Calhaj yang mendaftar sebanyak 2.238 orang sejak Januari hingga September. Mengalami penurunan setiap bulan,”kata Eri Nopa.

Tidak Rumit

Hal lain disampaikan Eri Nopa, masa pandemi Covid-19, sistem pendaftaran haji juga tidak rumit. Sebab, sejumlah proses tidak diberlakukan saat ini.

“Saat mendaftar  tidak lagi menggunakan foto dan biometrik. Sehingga pengisian data langsung manual,” katanya.

Jadi jamaah cukup setor 25 juta ke bank yang dipilih, kemudian mendapatkan  No validasi yang dibawa ke Kemenag bagian haji untuk mengisi data dan menginput data.

“Ini dimaksudkan agar dapat Surat Pendaftaran Pergi Haji dan No Porsi. Jadi lebih simpel urusannya,” kata Eri Nopa, yang menyebutkan pendaftar terbuka berusia 12 tahun.

Eri Nopa menambahkan masa tunggu bagi Calhaj yang mendaftar hingga awal Oktober mencapai 18 tahun.

“Sumut masa tunggunya 18 tahun. Tapi daerah lain semisal Kalimantan Selatan mencapai 34 tahun dan Sulawesi Selatan mencapai 35 tahun. Sementara untuk Propinsi Aceh mencapai 29 tahun.

“Calhaj Sumut yang tercatat mencapai 147.63 orang, dengan masa tunggu 18 tahun,” ungkapnya. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2