Waspada
Waspada » Raja Salman Keluarkan Dekrit, Lockdown Dilonggarkan Kecuali di Makkah
Headlines Nusantara

Raja Salman Keluarkan Dekrit, Lockdown Dilonggarkan Kecuali di Makkah

JAKARTA (Waspada): Raja Salman Bin Abdul Ajiz Al Saud pada 26 April 2020, mengengeluarkan dekrit yang isinya adalah untuk membuka kembali kegiatan ekonomi. Penutupan wilayah atau lockdown dilonggarkan untuk seluruh wilayah kecuali Makkah.

Seperti diketahui, Arab Saudi melakukan lockdown 24 jam sejak awal April 2020 menyusul semakin banyaknya kasus positif Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19) di negara tersebut.

KBRI Riyadh mengabarkan, jumlah positif Corona di Arab Saudi per Minggu (26/4) mencapai 17.522 kasus. Sebanyak 2357 orang sembuh dan 139 orang meninggal dunia.

Dari jumlah kasus positif, paling banyak terdapat di Kota Makkah dengan jumlah 4259 kasus. Disusul Riyadh 3.247 kasus, Madinah 3047 kasus dan Jeddah 2855 orang.

Adapun isi 7 butir dekrit Raja Salman adalah:

1. Pencabutan larangan bepergian di seluruh wilayah Arab Saudi antara jam 09.00 WAS sampai 17.00 WAS. Aturan ini berlaku mulai 26 April sampai 13 Mei 2020. Pencabutan larangan ini tidak berlaku bagi Kota Makkah dan beberapa distrik yang sebelumnya telah diisolasi.

2. Diijinkan untuk melakukan kegiatan ekonomi yaitu pertokoan, grosir dan eceran; pusat perbelanjaan (mal) antara jam 09.00-17.00 WAS. Ketentuan itu berlaku sejak 29 April sampai 13 Mei 2020. Klinik atau salon kecantikan, salon rambut, klub olah raga dan fitnes serta pusat rekreasi, bioskop, restaurant dan kafe masih dilarang beroperasi.

3. Mengijinkan perusahaan dan pabrik beroperasi normal tanpa pembatasan mulai 29 April sampai 13 Mei 2020.

4. Otoritas terkait tetap akan melakukan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan yang diterapkan pada kegiatan ekonomi, industri dan komersil yang kembali diijinkan beroperasi.

5. Kegiatan perkumpulan massa yang melibatkan lebih dari 5 orang dilarang. Seperti pernikahan, penyelenggaraan takziah dan berkumpul di tempat umum.

6. Hukuman tetap akan dikenakan kepada individu dan lembaga yang melanggar peraturan pembatasan pergerakan.

7. Kebijakan ini akan terus dievaluasi oleh kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dan instansi terkait lainnya demi mencegah penyebaran wabah virus Covid-19. (dianw)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2