Waspada
Waspada » PWI Sumut Turunkan Tim Advokasi Hukum Sikapi Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan Di Binjai
Headlines Sumut

PWI Sumut Turunkan Tim Advokasi Hukum Sikapi Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan Di Binjai

TIM Advokasi PWI Provinsi Sumut bertemu dalam menyikapi kasus dugaan kekerasan terhadap Syahzara Sopian, wartawan anggota PWI Kota Binjai, Kamis (22/7) di Binjai. Waspada/Ist
TIM Advokasi PWI Provinsi Sumut bertemu dalam menyikapi kasus dugaan kekerasan terhadap Syahzara Sopian, wartawan anggota PWI Kota Binjai, Kamis (22/7) di Binjai. Waspada/Ist

BINJAI (Waspada): Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Sumatera Utara (PWI Sumut) resmi membentuk Tim Advokasi Hukum dalam penanganan kasus kekerasan terhadap Syahzara Sopian seorang wartawan media cetak dan anggota PWI Kota Binjai, yang terjadi 25 Juni 2021 lalu.

Tim tersebut merupakan gabungan pengurus dan ahli hukum dari PWI Provinsi Sumut, serta pengurus dan ahli hukum PWI Kota Binjai, yang diketuai Wakil Ketua PWI Provinsi Sumut Bidang Pembelaan Wartawan, Wilfrid B Sinaga SH.

Dalam siaran persnya usai melakukan pertemuan di Binjai, Kamis (22/7), Wilfrid Sinaga, mengatakan, Tim Advokasi Hukum PWI Provinsi Sumut dibentuk berdasarkan Surat Keputusan PWI Provinsi Sumut Nomor: 01/SK/PWI SU/T_ADV/VII/2021 tanggal 11 Julo 2021 tentang Tim Advokasi Wartawan PWI Sumut Tahun 2021, yang ditandatangani Ketua dan Sekretaris PWI Provinsi Sumut, H Hermansjah SE dan Edward Thahir SSos.

Adapun susunan Tim Advokasi Hukum PWI Provinsi Sumut terdiri dari Ketua, Wilfrid B Sinaga SH, serta enam anggota, yakni Nurhalim Tanjung SH, Irianto SH, Arma Delisa Budi AMd, Zainal Abidin Nasution SH, Arif Budiman Simatupang SH, dan Dedi Susanto SH.

Dalam hal ini, kata Wilfrid, tim ini sengaja dibentuk dengan menindaklanjuti Surat PWI Kota Binjai Nomor: 007/PWI_BNJ/VI/2021 tanggal 28 Juni 2021 tentang Permohonan Bantuan Advokasi Hukum.

“Pada dasarnya, tim ini dibentuk sebagai upaya pendampingan hukum terhadap rekan kita, Syahzara Sopian, anggota PWI Kota Binjai, yang menjadi korban percobaan pembunuhan pada 25 Juni 2021 lalu,” terang Wilfrid.

Sebagai langkah awal, diakuinya, Tim Advokasi Hukum PWI Provinsi Sumut telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo SIK, pada 12 Juli 2021 lalu.

“Ada tiga tujuan audiensi kita. Pertama, mengapresiasi kinerja Polres Binjai atas penangkapan para tersangka. Kedua, mendapatkan informasi tentang perkembangan kasus ini. Lalu ketiga, meminta Polres Binjai menerapkan Undang-Undang Nomor: 40 Tahun 1999 tentang Pers,” ujar Wilfrid. (m06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2