PWI Aceh Jaya Sesalkan Sikap Jubir Covid-19 - Waspada

PWI Aceh Jaya Sesalkan Sikap Jubir Covid-19

  • Bagikan
PWI Aceh Jaya saat membahas perlakuan dinilai tidak pantas dilakukan Jubir Covid-19 Aceh Jaya terhadap Riski Bintang. Waspada/Ist
PWI Aceh Jaya saat membahas perlakuan dinilai tidak pantas dilakukan Jubir Covid-19 Aceh Jaya terhadap Riski Bintang. Waspada/Ist

ACEH JAYA (Waspada): Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Jaya sesalkan tingkah laku Jubir Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh Jaya, yang terkesan bersikap arogan kepada salah satu wartawan hendak meliput.

“Hal itu sangat kita disesalkan. Kami sangat menyesalkan sikap tim gugus tugas, pasal persoalan menimpa rekan kami Riski Bintang, wartawan harian terkemuka lokal saat akan meliput swab PCR di Lhok Kubu, Calang,” imbuh Hendra Sayeung, Seketaris PWI Aceh Jaya, kepada media, Kamis 3 Juni 2021.

Menurut Hendra, dalam penanganan itu bukan hanya persoalan selembar masker saja, melainkan wartawan juga dilibatkan dalam bertugas.

Sehingga tugas wartawan dalam penyebaran informasi kepada masyarakat berjalan dan jelas untuk disampaikan.

Gegara persoalan masker diminta wartawan Riski Bintang, tapi Jubir gugus tugas malah meladenin dengan bahasa yang terkesan sinis.

“Seharusnya pihak media juga dilibatkan dalam hal tersebut,” ucap Hendra dengan nada kecewa.

Sejauh ini, tambahnya, jumlah anggaran untuk penangganan Covid-19 di Aceh Jaya mencapai anggaran miliaran rupiah namun pihak tim gugus tugas Covid-19 saat meminta selembar masker, wartawan malah mendapat perlakuan kurang baik.

“Kita menyayangkan insiden ini, masker itu dibeli menggunakan uang daerah, mengapa wartawan harus mendapat perlakukan tidak baik saat memintanya,” tutup Hendra, wartawan harian terbitan lokal.

Sebelumnya, rilis beredar terkait insiden tersebut, awalnya, Rabu (2/6) saat proses pelaksanaan isolasi terhadap pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu, satu wartawan tengah meliput, Riski Bintang mengaku ada perlakuan tidak pantas yang dilakukan Juru Bicara Covid-19, Idham Chalik, terhadapnya.

Dimana, kata dia, Idham menegur dirinya yang hendak mengambil masker guna dikenakan saat meliput kegiatan tersebut.

“Tadi pas datang saya sama kawan, jadi kawan saya enggak pakai masker. Lalu saya minta ke orang di situ,” ungkap Riski Bintang salah satu wartawan bertugas di Aceh Jaya.

Kemudian, petugas pun mengarahkan untuk mengambil masker di atas lemari berada di ruang petugas.

Saat hendak mengambil masker, Idham Chalik yang berada di depan berteriak dengan nada sinis, yang dirinya mengatakan agar masker diambil satu saja.

“Kemudian, saya jelaskan kalau ada satu orang lain di luar, kemudian dia bilang jangan masker itu tapi masker yang lain. Kita enggak pernah minta harus masker ini atau itu. Kita hanya minta masker doang untuk pelindung. Saya rasa enggak etis kalau dia bersikap seperti itu. Pasalnya kita sama-sama menjalankan tugas di tengah masa pandemi, apalagi ini pertama sekali saya minta masker sama orang mereka, maskernya pun untuk dipakai,” sebut Riski, menyampaikan apa yang diucapkan Idham.

Dia berharap Bupati Aceh Jaya Teuku Irfan TB untuk dapat mengevaluasi kinerja Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh Jaya tersebut.

Mohon Maaf

Terpisah, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh Jaya, saat dihubungi membenarkan hal itu.

Namun, menurut Idham yang dia sampaikan agar tidak mengambil masker N95 yang memang dikhususkan pemakaian kepada petugas kesehatan yang mengambil swab atau berhubungan langsung dengan pasien.

“Saat itu saya mengatakan ada masker medis yang biasanya kita pakai, disebelahnya,” jelas Idham.

Menurut Idham, kalau hanya masalah masker satu atau dua lembar bukanlah menjadi masalah.

“Karena kita juga selalu membagikan masker untuk selalu digunakan pada masyarakat, apalagi itu untuk wartawan ataupun rekan media yang ingin meliput,” ujarnya.

Inikan juga untuk menjaga dirinya dan orang lain, kalau memang mungkin cara penyampaiannya tadi terkesan kasar atau sinis menurut Riski, Idham pun memohon maaf.

“Terus terang saya katakan, tidak ada niat saya sedikitpun untuk berlaku tidak sopan atau tidak pantas seperti disebutkan. Untuk rekan media mungkin ada yang merasa tersinggung dengan saya, baik itu dari perkataan, perlakuan atau sikap saya selama ini saya mohon maaf sebesar-besarnya. Intinya hal itu bukan ada maksud apapun, faktor kelelahan juga bisa mempengaruhi kita,” ujar Idham Chalik.

Selain itu, tugasnya sebagai Jubir sejak mulai Covid-19 yang ditetapkan oleh bupati sampai saat ini, jikalau untuk dievaluasi kinerja, dia pun mengaku siap.

“Dan kami siap mempertanggungjawabkan,” demikian Idham Chalik. (m14/rel)

  • Bagikan