Waspada
Waspada » Puluhan Warga Desa Sei Mencirim Melapor Ke Poldasu
Headlines Medan

Puluhan Warga Desa Sei Mencirim Melapor Ke Poldasu

KORBAN yang rumah dan lahannya diratakan oleh PTPN 2 Sei Semayang memperlihatkan bukti laporan, Selasa (31/3). Waspada/gito ap
KORBAN yang rumah dan lahannya diratakan oleh PTPN 2 Sei Semayang memperlihatkan bukti laporan, Selasa (31/3). Waspada/gito ap

MEDAN (Waspada): Puluhan warga Desa Sei Mencirim, Deliserdang melaporkan pengrusakan tanaman dan rumah mereka yang dilakukan oleh PTPN 2 Sei Semayang.

Ralasen Ginting dan Ninjo Karo Karo mewakili warga dengan membawa Surat Hak Milik (SHM) tanah miliknya, Selasa (31/3) mengatakan, rumah dan tanaman miliknya di Dusun VI Desa Sei Mencirim, Kutalimbaru, Deliserdang diratakan oleh PTPN 2 Sei Semayang. Pengrusakan tersebut, menurutnya, tanpa pemberitahuan kepada pemilik tanah yang jelas memiliki SHM.

Menurut informasi, eksekusi lahan dilakukan oleh PTPN 2 Sei Semayang bersama TNI/Polri, Minggu (15/3). Mereka membuldozer tanah milik masyarakat yang telah memiliki hak milik atas tanah berupa SHM. Akibat kejadian tersebut, para korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Tak terima, mereka melaporkan kasus tersebut ke SPKT Poldasu dengan Nomor STTLP/583/2020/Sumut/SPKT ” I ” tanggal 24 Maret 2020.

“Kami ada 39 orang memiliki SHM. Saat mengeksekusi lahan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Tanpa melihat fakta yang ada dan keterangan dari masyarakat pemilik sah hak atas tanah (SHM), pihak PTPN 2 Sei Semayang langsung meratakan bangunan dan tanaman kami. Bangunan dan tanaman yang ditanam diratakan dengan paksa,” ujar Ralasen Ginting.

Karena kejadian tersebut, ia dan pemilik tanah lainnya melaporkan kasus ini ke SPKT Poldasu. “Pihak PTPN 2 harus bertanggung jawab atas eksekusi lahan kami. Akibatnya, selain rumah, tanaman kami juga di buldozer, kami sangat merugi,” ujarnya.

Kepala Dusun Desa Sei Mencirim Kutalimbaru, Maju Sembiring membenarkan bahwa eksekusi lahan PTPN II Sei Semayang tanpa adanya pemberitahuan kepada 39 warga yang memiliki surat kepemilikan tanah (SHM).

“Tidak ada pemberitahuan kepada pemilik tanah. Pemberitahuan di Balai Desa hanya kepada para penggarap yang tidak memiliki surat,” terangnya.

Dilokasi sama, Presidium Garuda Merah Putih Comunity (GMPC) Dedi Harvisyahari berharap Kapoldasu dapat menjadikan atensi laporan warga tersebut.

“Kami harap Kapoldasu mengatensi laporan warga. Pihak PTPN II harus bertanggung jawab atas eksekusi di lahan milik warga. Kepada masyarakat Dusun VI, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru yang tanah/lahannya terkena eksekusi, diharapkan segera membuat laporan ke Polda Sumut agar dapat ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian,” tegasnya. (m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2