Puan, Prabowo, Airlangga Capres Harga Mati Partainya - Waspada

Puan, Prabowo, Airlangga Capres Harga Mati Partainya

  • Bagikan
Dialektika Demokrasi 'Membaca Peta Koalisi dan Potensi Kontestasi 2024' di Jakarta Kamis (14/10). (Waspada/Ramdan Usman)

JAKARTA (Waspada): Analis Politik Voxpol Centre Research And Consulting Pangi Syarwi Chaniago memprediksi Puan Maharani, Prabowo Subianto dan Airlangga Hartarto merupakan calon presiden ‘harga mati’ dari partainya. Ketiganya sulit berkoalisi, karena pemilihan presiden (Pilpres ) 2024 merupakan arena terbuka tidak ada lagi incumbent.

Ketiganya juga kemungkinan akan menghadapi Anis Baswedan, Ganjar Pranowo dan sejumlah ketum partai lainnya.

” Saya yakin Ganjar tidak akan meninggalkan PDIP kecuali dia mendapat sanksi. Kalau besok dia tak dapat tiket apakah mau partai lain menampungnya,”ujar Pangi dalam diskusi Dialektika Demokrasi ‘Membaca Peta Koalisi dan Potensi Kontestasi 2024’ di Jakarta Kamis (14/10).

Menurut Pangi, Prabowo pasti maju untuk menjaga elektabilitas Gerindra, apalagi Prabowo tokoh sentral Gerindra.

“Jadi 2024 siapapun punya peluang,” katanya.

Pilpres, tambah Pangi, memang masih jauh. Tapi masyarakat harus tahu, apakah yang mencalonkan nanti punya prestasi.

Ganjar elektabilitasnya naik ketika di pilgub dan dicalonkan oleh PDI Perjuangan.

Menjelang Pilpres yang masih jauh itu trend elektabilitas Prabowo paling tinggi. Survey lembaganya Prabowo tingkat disukai 82, sementara Anis Baswedan 68. Sedangkan Ganjar tingkat dikenal 68 disukai 63 Airlangga dalam posisi masih dibawah. Dalam Pilpres yang penting trend kenaikan elektoralnya dikenal, disukai dan dipilih.

Analis Politik Voxpol Centre Research And Consulting melakukan survei Maret sampai bulan Juli, posisi capres ada pada Prabowo dan pada bulan Juli posisinya pada Ganjar.

Kalau posisi tiga besar yang muncul tetap Prabowo, Ganjar dan Anies. Kemudian baru disusul ketua umum partai-partai Airlangga, AHY (Demokrat) dan yang lain. Ketiga nama itu bisa menjadi poros dalam Pilpres.

Pangi mensimulasikan Ganjar berpasangan dengan Airlangga atau Ganjar dengan berpasangan dengan Erick Thohir. “Itu poros pertama. Siapa kingmakernya? dugaan saya adalah Jokowi. Poros kedua adalah poros PDIP, king makernya adalah Megawati. Pasangannya dugaan saya bisa saja nanti Prabowo-Puan. Cuma persoalannya apakah mau betul PDIP. Setelah kita kroscek, ternyata tidak semua kader PDIP mau kadernya hanya sebagai cawapres. Bagaimana posisinya mau balikan posisi, antara posisi capres dan cawapres ini belum ketemu.

Sementara Prabowo nyaman dengan PDIP, kingmakernya tetap ibu Megawati.
Poros ketiga kemungkinan tetap SBY. Ada pasangan Anies-AHY, pendukungnya partai pengusung PKS, Demokrat mungkin tambah satu partai papan tengah atau satu partai, kalau satu partai papan atas agak sulit, “ungkap Pangi.

Anggota DPR RI F-Golkar Ace Hasan Syadziliy membenarkan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto kemungkinan besar Capres 2024. Namun AH sendiri menyerahkan sepenuhnya kepada partai.

” Soal siapa pasangannya Golkar siap membuka diri dan jalinan komunikasi antar Ketum Parpol sudah dilakukan seperti dengan Ketum PPP Suharso Monoarfa dan Ketum PKB Muhaikin Iskandar.

Anggota DPR RI F-PKB Faisol Riza melihat belum ada capres yang mendominasi elektabilitasnya.

“Kita sama sama menyadari semua Ketua Umum partai adalah kader terbaik partai. PKB Siap menggelar debat terbuka dengan para Capres bagaimana mencari solusi yang kita hadapi saat ini. Kita sharing pikiran pikiran baru partai untuk menjadi bagian solusi dari persoalan yang kita hadapi, “ungkapnya.(j04)

  • Bagikan