PT TBS Tak Kenal Arbanur Rasyid, Akan Ambil Upaya Hukum - Waspada
banner 325x300

PT TBS Tak Kenal Arbanur Rasyid, Akan Ambil Upaya Hukum

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): PT Tri Bahtera Srikandi (TBS) yang bergerak di bidang kelapa sawit tidak mengenal nama Arbanur Rasyid, sebab nama Arbanur Rasyid tidak ada ditemukan di dalam daftar sertifikat hak milik yang diserahkan oleh pengurus koperasi kepada perusahaan (PT TBS).

“Nama Arbanur Rasyid tidak ditemukan di dalam daftar sertifikat hak milik yang diserahkan oleh pengurus koperasi kepada perusahaan atau di dalam daftar debitur pengikatan kredit pembangunan plasma, apakah yang bersangkutan membeli lahan plasma? Dari siapa? Apakah boleh membeli lahan plasma yang sedang diagunkan ke bank?,” kata Humas PT TBS, Lian Nasution di Medan, Sabtu (7/11) menyikapi adanya statemen dari Arbanur Rasyid di salah satu media online.

Dijelaskan Lian bahwa diperjanjian kerjasama antara PT TBS dengan Koperasi Produsen Nauli tidak ada disebutkan pinjaman Sisa Hasil Penjualan (SHP) sebesar 15 persen.

“Yang ada adalah Pasal 4 1 1, Hak Pihak Kedua (koperasi) menerima Sisa Hasil Penjualan setelah dikurangi dengan biaya operasional kebun, dimana sampai saat ini masih defisit, belum surplus, sehingga Sisa Hasil Penjualan belum bisa dibagikan,” ujarnya.

PT TBS, ungkap Lian, setiap tahun membuat laporan keuangan yang disampaikan dan ditandatangani juga oleh pengurus koperasi sebagai bukti transparansi perusahaan.

“Pengurus serta Bapem Koperasi dipersilahkan mengawasi kebun serta biaya yang dikeluarkan untuk operasional kebun,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Lian juga menyampaikan jika pinjaman Sisa Hasil Penjualan yang pernah diberikan oleh perusahaan adalah pada saat menjelang lebaran dan natal/tahun baru.

“Dan itu berupa pinjaman yang berasal dari dana perusahaan, bukan hasil surplus penjualan Tandan Buah Segar (TBS) kebun plasma,” katanya.

Terkait dengan saran dan masukan yang disampaikan kepada perusahaan untuk perbaikan manajemen pengelolaan kebun, kata Lian, tetap kami terima demi perbaikan ke depannya.

Terkait dengan adanya statemen di salah satu media online yang disampaikan oleh Arbanur Rasyid, Lian merasa statemen tersebut tidak berdasar, karena nama tersebut tidak dikenal dalam MoU antara koperasi sebagai plasma dan PT TBS sebagai bapak angkat.

Statemen tersebut, tegas Lian, dinilai telah membunuh karakter perusahaan dan nama baik perusahaan sekaligus telah melakukan manuver provokasi.

“Kredit anggota koperasi masih ada dengan bank atas jaminan perusahaan. Apakah saudara Arbanur Rasyid mau membayar utang koperasi?,” kata Lian.

Sebagai humas, ungkap Lian, dirinya menginginkan media menyampaikan berita yang sebenarnya supaya tidak menjadi fitnah.

Untuk langkah selanjutnya, kata Lian, perusahaan menunggu itikad baik dari saudara Arbanur Rasyid untuk dapat mengklarifikasi statemennya tersebut yang dinilai telah mencemarkan nama baik perusahaan.

“Kita memberikan kesempatan kepada saudara Arbanur Rasyid untuk mengklarifikasi statemennya tersebut. Jika tidak dilakukan, sangat disayangkan manajemen perusahaan akan mengambil upaya hukum,” ujar Lian Nasution. (m06)

  • Bagikan