Waspada
Waspada » PSMS Berharap Liga 2 Tetap Lanjut
Headlines Olahraga

PSMS Berharap Liga 2 Tetap Lanjut

MEDAN (Waspada): PT Liga Indonesia Baru (LIB) bersama PSSI akan menggelar Extraordinary Club Meeting di Royal Ambarukmo Hotel, Jl. Laksda Adisucipto, Yogyakarta, Selasa (13/10) mendatang.

Rencananya rapat ini akan diikuti seluruh klub Liga 1 dan 2, dengan agenda memutuskan langkah terkait kompetisi. Apakah nantinya kompetisi jadi dilanjutkan atau tidak.

Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja, mengatakan manajemen sudah mendapat surat dari PT LIB untuk mengikuti rapat tersebut di Yogyakarta.

“Ya, kami sudah terima surat dengan Nomor: 381/LIB-KOM/IX/2020 perihal Penyampaian Status Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020,” ujar Julius Raja, Jumat (9/10).

Pria akrab disapa King ini mengakui akan memberikan sejumlah saran dan masukan kepada PSSI saat rapat nanti. Salah satunya adalah agar PSSI tetap melanjutkan Liga, meski nantinya akan digelar pada Januari 2021.

“Masukan dari kami, kalau memang alasannya ada Pilkada serentak, kan bisa tetap digelar pada Januari dengan nama kompetisi 2020/2021. Yang penting liga bisalah digelar agar tidak ada kekosongan kompetisi dalam satu musim,” ucapnya.

Dirinya juga berharap nantinya PT LIB bersama PSSI bisa secepatnya mengambil keputusan, tidak lagi harus menunda-nunda hasil rapat.

“Jadi kalau misalnya rapat bersama klub 13 Oktober, lalu 14 Oktober rapat Exco. Maka hasilnya bisa langsung diumumkan pada 15 Oktober. Ini perlu cepat agar semuanya jelas, tidak lagi ditunda-tunda,” harapnya.

Julius Raja mengakui klub-klub Liga 1 dan 2 sudah melakukan persiapan untuk berkompetisi. Khusus PSMS sudah mengucurkan dana besar untuk semua kebutuhan pemain, klub dan pelatih.

“Saat ini klub-klub sudah menggelontorkan uang yang cukup besar. Klub sudah habis-habisan. Mau macam mana lagi?” tegasnya.

Seperti diketahui, PSSI sebelumnya resmi menunda penyelenggaraan lanjutan Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 di tengah pandemi Covid-19 lantaran tidak mendapatkan izin keramaian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Pihak Mabes Polri untuk sementara tidak memberikan izin keramaian karena kasus Covid-19 yang masih tinggi. Kami juga menyadari fakta di lapangan memang demikian. Oleh karena itu, PSSI menghormati dan memahami keputusan tersebut,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dalam konferensi pers daring pada 29 September lalu.

PSSI, Iriawan melanjutkan, mengerti bahwa pertimbangan Polri adalah keselamatan semua pihak dan kemanusiaan. Apalagi, Kapolri sebelumnya telah mengeluarkan maklumat yang melarang jajarannya untuk tidak mengeluarkan izin keramaian di semua tingkatan.

Meski demikian, PSSI berharap penundaan kompetisi itu hanya berlangsung selama satu bulan. Andai lebih, Iriawan menyebut efeknya bisa tidak baik bagi persepakbolaan nasional.

“PSSI memohon ditunda sampai bulan depan karena kalau dimulai November 2020, bisa selesai Maret 2021 sehingga ada waktu untuk persiapan Piala Dunia U-20.

Misalnya dimulai Desember 2020 akan tuntas April dan di sana bulan Ramadhan. Misalnya mundur lagi, sudah sulit karena Mei 2021 ada Piala Dunia U-20,” tutur purnawirawan Polri berpangkat akhir Komisaris Jenderal tersebut. (m33)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2