Waspada
Waspada » Proyek Pengerjaan Aspal Ruas Jalan Agara Rp9,8 M Diduga Asal Jadi
Aceh Headlines

Proyek Pengerjaan Aspal Ruas Jalan Agara Rp9,8 M Diduga Asal Jadi

PROYEK aspal ruas jalan Mbarung-Meteldak di Agara senilai Rp9,8 miliar yang diduga dikerjakan asal jadi. Waspada/Seh Muhammad Amin
PROYEK aspal ruas jalan Mbarung-Meteldak di Agara senilai Rp9,8 miliar yang diduga dikerjakan asal jadi. Waspada/Seh Muhammad Amin

KUTACANE (Waspada): Proyek aspal badan Jalan Mbarung-Metedak, Kecamatan Darul Hasanah dan Babussalam, Aceh Tenggara senilai Rp9,8 miliar sumber biaya DAK tahun 2020 yang diduga dikerjakan rekanan asal jadi.

Pasalnya, aspal yang dikerjakan selain bergelombang dan kasar juga tipis parahnya lagi badan jalan yang baru diaspal ini ditemukan di sejumlah titik mulai terkelupas.

Padahal, pengguna jalan warga di Kecamatan Babussalam dan Darulhasanah sangat mengharapkan aspal jalan yang dibangun dengan kualitas yang bagus malah sebaliknya hasilnya sangat mengecewakan.

Demikian sejumlah warga Kecamatan Darul Hasanah seberang kepada Waspada Rabu (9/12).

Kekecewaan itu seperti diungkapkan Salehon salah seorang warga setempat.

Salehon menyayangkan aspal yang dikerjakan diduga asal jadi tersebut.

Pasalnya, ruas jalan ini setiap harinya terbilang ribuan warga menghubungkan dari Kecamatan Darul Hasanah dan Babussalam ke Pusat Kota Kutacane serta menuju lokasi wisata Lawe Sikap.

Selain itu, aspal jalan yang diduga asal jadi ini terkesan kurangnya pengawasan dari dinas terkait dan konsultan.

“Sangat meragukan kualitas aspal badan jalan ini. Masyarakat awam saja menilai jalan tersebut akan cepat rusak,” pungkas Salehon.

Diakuinya, masyarakat seberang Kecamatan Darul Hasanah mayoritas petani berkebun kakau, kemiri, jagung dan padi serta ternak ikan.

“Bila jalan ini kembali rusak seperti sebelumnya para petani akan kesulitan membawa hasil bumi dan lainnya  ke pusat kota maupun sebaliknya,” ujarnya yang meminta dinas terkait segera turun tangan agar pengerjaan proyek tersebut berkualitas.

Sementara, pengerjaan aspal ruas jalan tersebut ditangani oleh PT KSB dengan nomor kontrak: 620/308/SPPK/DAK/-JL/PUPR AGR/VIII/2020 dan selaku pengawasnya ditangani konsultan dari perusahaan CV OAC.

Sesuai kontrak, pengerjaan rehabilitasi ruas jalan Mbarung-Menteldak tersebut dikerjakan mulai sejak 24 Agustus hingga 21 Desember 2020.

“Buruknya kualitas aspal jalan itu, diduga kuat dikerjakan asal jadi karena mungkin akibat kurangnya pengawasan dari pihak terkait dan konsultant pengawasan,” ujar Salehon berulang.

Sedangkan pimpinan pelaksana proyek PT KSB gagal untuk dikonfirmasi karena selularnya tidak aktif saat dihubungi.

Namun Kepala Dinas PUPR Agara, H Rasid Efendi ST, MM melalui Kabid Jalan dan Jembatan, Bakri ST yang juga Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) saat dihubungi Waspada via whatsApp Rabu (9/12) terkait proyek aspal ruas jalan yang diduga dikerjakan rekanan asal jadi.

“Yang kurang bagus sudah semua kita tandai dan akan diperbaiki, pekerjaan pun masih dalam pelaksanaan,” tutupnya. (cseh)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2