Prof Syahrin: Kehadiran UIN Sumatera Utara Harus Berikan Makna Bagi Pembangunan Bangsa dan Pembangunan Daerah - Waspada

Prof Syahrin: Kehadiran UIN Sumatera Utara Harus Berikan Makna Bagi Pembangunan Bangsa dan Pembangunan Daerah
Dies Natalis UIN Sumut Ke 48 Tahun

  • Bagikan

MEDAN (Waspada):  Pada Dies Natalis  UIN Sumatera Utara ke 48 Tahun, Rektor UIN Sumut, Prof Syahrin Harahap mengukuhkan peran UIN Sumatera Utara dalam dua hal.

Sebutnya, yang pertama dalam hal pengembangan integrasi ilmu (integration of knowledge) untuk menghindarkan ilmu pengetahuan Jangan sampai terpisah dari kepribadian Indonesia.

Karena katanya  dasar negara kita itu Pancasila dimana sila pertama adalah ketuhanan yang maha esa maka pendidikan tegasnya juga harus pendidikan yang berketuhanan tidak boleh sekularistik.

Itu sebut rektor merupakan misinya. Yang kedua sebutnya bahwa kehadiran UIN Sumatera Utara harus memberikan makna penting bagi pembangunan bangsa dan pembangunan daerah.

“Kita dengan 35 ribu mahasiswa dan 800 dosen ingin mendedikasikan ilmu dan kemampuan buat kita bagi kemasyarakat. Oleh karenanya saya mengucapkan syukur bahwa Dies Natalis tadi dihadiri oleh gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut, Pangdam diwakilkan Kasdam. Disitu kita sampaikan bahwa UIN Sumatera Utara akan memberikan kontribusi bagi terbangunnya masyarakat terpelajar di Sumut.

Pada puncak Diesnatalis itu pihaknya juga mewisuda  2500 mahasiswa terdiri dari 8 fakuktas  dan 1 Pascasarjana, yang doktor dan majister 1 mahasiswa.

Dalam hal ini ia berharap para alumni ini dengan ilmu yang mereka peroleh yang terintegrasi itu dapat mewarnai memberikan manfaat bagi perkembangan masyarakat dengan memberikan Suluh tentang kehidupan beragama dan berupaya mensejahterakan masyarakat dimana pun berada.

Hal menarik juga disampaikannya, pada Dies Natalis itu, bahwa pihaknya   menggelar penganugerahan wahdatul ulum award yang diberikan kepada dosen-dosen yang memiliki temuan ilmiah.

“Kita menyerahkan penghargaan Wahdatul Ulum Award dari UIN Sumut kepada keluarga Alm Drs Tgk Ali Muda yang menemukan sistem perhitungan waktu ibadah. Penemuan ini bertujuan mempermudah masyarakat memahami berbagai persoalan yang berkaitan dengan ilmu falaq, seperti menentukan arah kiblat, awal tanggal, dan menentukan awal bulan qamariyah,” ucapnya.

Selanjutnya, Dr Muhammad Roihan Nasution menemukan metode Alquran Al Hira. Metode ini bertujuan agar dapat membaca Alquran dalam waktu 24 jam, yang didesain dalam berbagai tingkatan usia. Serta Grup Ibacandlly yang menemukan permen obat diabetes yang berasal dari ubi ungu.







Dies Natalis ke-48 dan Wisuda ke-77 Program Doktor, Magister dan Sarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, di Gedung HM Arsjad Thalib Lubis, Kampus I UINSU Jl. Sutomo Medan, yang digelar pada  Jumat (19/11) itu,

Hadir Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Kasdam I BB  Brigjen TNI Purwito Hadi Wardono, ketua Senat Universitas, dewan Guru Besar, Kakanmenag, para wakil Rektor, Kajatisu dan Civitas akademik UIN Sumut.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dalam sambutannya mengajak civitas akademika UIN Sumut  bersama membangun Sumatera Utara. “Tidak ada gunanya kampus besar kalau tidak bisa memberikan kontribusi pemikiran membangun Sumut,” katanya. Edy Rahmayadi mengaku melibatkan perguruan tinggi dalam membuat kebijakan dan program kerja.

Sementara Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan lima tantangan UIN Sumut  diharapkan menjadi bahan refleksi dan pelopor mengembangkan ilmu pengetahuan sehingga masyarakat berubah ke arah yang lebih baik dan mencetak SDM menuju Indonesia emas 2045.

Kapolda juga berharap para 2.509 wisudawan menyiapkan diri karena tantangan kedepan cukup besar. Alumni juga harus bersungguh-sungguh dalam mengembangkan ilmu, kritis dan cerdas. (m19.Cbud)

  • Bagikan