Prof M Hatta Kepada Pengurus MUI: Bangun Warga Yang Rahmatan Lil'alamin - Waspada

Prof M Hatta Kepada Pengurus MUI: Bangun Warga Yang Rahmatan Lil’alamin

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan masa khidmat 2016-2021, Prof Dr Mohd Hatta (foto) mengingatkan seluruh pengurus MUI Kota Medan masa khidmat 2021-2026 untuk tetap menjalankan tugas dan fungsi MUI dalam membangun warga Kota Medan yang Rahmatan Lil’alamin.

Hal ini dikatakannya saat memberi Khutbah Iftitah di acara Musyawarah Daerah (Musda) VIII MUI Kota Medan Tahun 2021, Selasa (30/3) di ruang aula kantor MUI Kota Medan Jalan Amaliun Medan.

Dengan mengambil tema, meningkatkan peran ulama dalam membangun warga Kota Medan yang Rahmatan Lil’alamin.

Dikatakan Prof Hatta, berdirinya MUI sejak 26 Juli 1975 merupakan torehan sejarah yang luar biasa terhadap bangsa dan negara.

Sebab, ini dimulai kesadaran para ulama yang ingin memberi sumbangsih sehingga menjadikan modal Agama Islam salah satu pengisi berbagai program di bangsa dan negara Indonesia.

“MUI telah berusaha menjadikan keberadaannya yang tidak terpisahkan dari bangsa ini. Berbagai kegiatan sudah dilakukan, terutama keharmonisan internal dan eksternal umat Islam sendiri. Untuk itu ulama mampu mengendalikan diri agar tidak berada pada konflik,” ucapnya.

Untuk itu, lanjutnya, program kerja pengurus MUI Kota Medan selanjutnya harus kembali pada fungsi MUI sebagai pewaris tugas Nabi, pemberi fatwa, tausiyah, pembimbing dan pelayan umat, serta menjadi penyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran.

“Alhamdulillah selama in MUI telah memberikan penerangan berupa fatwa terhadap berbagai persoalan kehidupan kemasyarakatan. Karena MUI sebagai pembimbing dan pelayan umat, maka diharapkan kepengurusan MUI dapat melayani umat Islam dan masyarakat luas dalam memenuhi harapan, aspirasi dan tuntutan umat Islam sebagai gerakan amar ma’ruf nahi mungkar,” ucapnya.

Meski memang, lanjut Prof Hatta menjalankan fungsi dan tugas sebagai ulama di MUI itu tidak semudah mengatakannya, tapi jika dilakukan bersama dengan tujuan amar makruf nahi mungkar dengan merangkul umat, bukan dengan memukul untuk menyampaikan kebenaran Islam sebaik-baiknya.

Dalam memilih pemimpin MUI Kota Medan dalam Musda VIII ini, Prof Hatta juga mengingatkan untuk memilih pemimpin yang terbaik, yakni memiliki integritas kepribadian yang terbaik, memiliki akhlakul karimah, akhlak yang terpuji dan bukan meminta kesana-kemari.

“Kalau pemimpin yang baik maka hasil daripada itu akan dapat kita tuai pada umat yang terbaik pula,” pesannya.

Prof Hatta yang sudah menjadi Ketum MUI Kota Medan selama empat periode ini, juga menyatakan meski tidak menjadi pengurus di Dewan Pimpinan MUI Kota Medan, tapi ia akan tetap menjadi leading sektor bagi Ketua Umum MUI Kota Medan selanjutnya.

“Selama 20 tahun, dibawah kepemimpinan saya MUI sudah melakukan sesuatu yang terbaik ditengah gejolak yang terjadi di masyarakat didalam era perubahan. Kita khawatir perubahan zaman ini akan menggeser pundamental didiri umat Islam. Tanggungjawab ulama sangat besar, bagaimana masyarakat berharap kepada ulama menjawab segala persoalan. Misalnya menjelang Ramadan ini, ada banyak pertanyaan apakah sudah bisa ikut shalat tarawih secara normal, bisakah ceramah dilaksanakan. Ini membuktikan masyarakat ingin bimbingan dari MUI karena keberadaan MUI untuk mewujudkan warga kota Medan yang Rahmatan Lil’alamin,” tutur Prof Hatta. (h01)

  • Bagikan