Waspada
Waspada » Poltak Sitorus Kritisi Pengelolaan Sistem Pemerintahan Di Toba
Headlines Sumut

Poltak Sitorus Kritisi Pengelolaan Sistem Pemerintahan Di Toba

CALON Bupati dan Wakil Bupati Toba, Poltak Sitorus-Tonny Simanjuntak saat mengikuti Debat Kandidat di Hotel Grand Mercure Medan. Waspada/Ist
CALON Bupati dan Wakil Bupati Toba, Poltak Sitorus-Tonny Simanjuntak saat mengikuti Debat Kandidat di Hotel Grand Mercure Medan. Waspada/Ist

TOBA (Waspada): Calon Bupati Toba nomor urut 1 Poltak Sitorus mengkritisi kinerja yang dilakukan pasangan incumbent Darwin Siagian-Hulman Sitorus pada sistem pemerintahan yang dijalankan selama menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Toba.

Poltak Sitorus menilai sistim pengawasan birokrasi dan perencanaan pemerintahan di Kabupaten Toba sangat rendah sehingga kerab terjadi keuangan sisa lebih penggunaan anggaran(Silpa) dan nilai sistim akuntabilitas kinerja pemerintah(Sakip) berada pada nilai di bawah 50 atau nilai C.

“Nilai C itu terendah di Kawasan Tapanuli. Rendahnya pengawasan berakibat 7 orang pejabat daerah tersandung kasus korupsi. Ini menjadi perhatian khusus apabila nanti kami Poltak-Tonny terpilih menjadi parhobas. Tidak akan terjadi Silpa yang fantastis seperti saat ini mencapai Rp110 Miliar dan pengawasan sistim birokrasi harus lebih difokuskan melalu metode Batak Naraja,” ujar Poltak saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (1/12).

Rendahnya sistim pengawasan birokrasi di Pemerintah Kabupaten Toba tidak sesuai dengan visi dan misi yang disebut Tobasa Hebat dan berlanjut ke Toba Maju seperti yang sudah disampaikan dalam debat kandidat Cabup dan Cawabup yang diselenggarakan oleh KPU Toba di Grand Marcure Medan, Senin (30/11) lalu.

“Kami bicara dengan fakta dan data, hasil penelusuran kami di lapangan bahwa jalan di Kabupaten Toba hanya ada 38,3 persen yang baik selebihnya rusak berat sehingga jalan desa menuju kebun dan persawahan petani tidak sepenuhnya baik dan memicu penurunan harga produksi pertanian hanya dikarenakan transportasi yang tidak memadai,” sebutnya.

Tidak hanya itu, Poltak Sitorus yang berpasangan dengan Cawabup Tonny M Simanjuntak menyampaikan bahwa tidak menjadi alasan seorang Parhobas atau Bupati selalu berkata APBD sangat terbatas sehingga pembangunan tidak bisa merata.

“Terlihat jelas kotradiksi dimana hampir setiap tahunnya terjadi Silpa dalam jumlah besar lalu Bupati beralasan bahwa anggaran tidak cukup, sangat kontradiksi bukan?,” tanya Poltak.

Poltak berjanji apabila terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Periode Tahun 2021-2024, penggunaan anggaran harus efektif, akuntabel dan menunjukan kinerja yang kreatif dan inovatif mengupayakan penambahan anggaran.

Tentang pariwisata, imbuh Poltak, saat ini sangat dibutuhkan dukungan daerah sehingga bisa sejalan dengan pemerintah pusat.

Poltak menyayangkan bangunan di tempat-tempat wisata faktanya kebanyakan bermasalah, mangkrak dan jalannya banyak yang rusak.

“Tugas ini juga menjadi prioritas bagi kami. Seluruh pembangunan harus terukur sehingga manfaat pembangunan sepenuhnya dapat dirasakan masyarakat,” terangnya.

Poltak juga miris melihat rendahnya tipe layanan kesehatan di RSUD Porsea.

Sebagai Rumah Sakit milik Pemda sudah selayaknya ditingkatkan statusnya dari tipe C menjadi tipe B.

Demikian halnya dengan mutu layanan di seluruh Puskesmas di Kabupaten Toba semakin ditingkatkan sehingga jauh dari kesan asal ada.

Kabupaten Toba sebagai daerah pertanian tak luput dari perhatiannya.

Temuan timnya di lapangan, ada banyak alat-alat pertanian yang dibelanjakan dari APBD justru tidak disalurkan ke petani yang membutuhkan dan masih tersimpan di gudang di Desa Lambou, Kecamatan Laguboti.

Kehadiran Poltak-Tonny dalam pertarungan Pilkada Toba 9 Desember 2020 nanti, dia janjikan sebagai jawaban atas segala keresahan dan kesusahan yang dialami warga Toba.

Diusung oleh Partai PDIP, Perindo dan PKPI dengan visi dan misi Kabupaten Toba Unggul dan Bersinar, Poltak-Tonny mengusung panca program unggulannya.

“Melalui Panca Program infrastruktur mulus dan merata, kesehatan prima dan terjangkau, SDM yang unggul dan handal, pariwisata berkat dan meriah, pertanian peternakan makmur dan sejahtera. Harapan kami program ini mampu mensejahterakan masyarakat karena didukung dengan parhobas yang muda dan energik. Bagi warga yang menginginkan perubahan, jangan lupa pilih nomor urut I pada Pilkada 9 Desember yang akan dilaksanakan sebentar lagi,” imbau Poltak diakhir wawancaranya. (a36)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2