Waspada
Waspada » Polrestabes Buru Fotografer J Di Jakarta
Headlines Medan

Polrestabes Buru Fotografer J Di Jakarta

ARTIS FTV HH didampingi pengacaranya menyampaikan permohonan maaf kepada warga Medan. Waspada/Ist
ARTIS FTV HH didampingi pengacaranya menyampaikan permohonan maaf kepada warga Medan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Reskrim Polrestabes Medan buru pria J, oknum fotografer yang juga mucikari terhadap artis FTV HH di Jakarta.

“Personel Reskrim saat ini memburu J di Jakarta. Yang bersangkutan berprofesi sebagai fotografer sekaligus murcikari,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko kepada wartawan, Rabu (15/7).

Dijelaskan, HH ini sering bertemu dengan J di salah satu kafe di Senayan, Jakarta.

Kemudian dalam kasus ini, saudari HH sudah menerima transferan uang Rp20 juta dari J.

Kapolrestabes juga menyebutkan, artis FTV yang juga selegram dan foto model ini diketahui sudah 1 tahun menjalani profesi prostitusi.

“Sudah 1 tahun HH menjalani profesi prostitusi, dan baru pertama sekali di Medan. HH terjun ke profesi prostitusi karena keuntungan yang menjanjikan,” jelas Riko.

Kombes Riko menambahkan, pihaknya juga menyita rekaman CCTV dari hotel dan tempat tertentu.

Serta sudah membentuk tim guna mengejar tersangka J yang diduga masih berada di Jakarta yang mengaku berprofesi sebagai fotografer.

“Kita masih melakukan pendalaman bukti chat dari saksi HH dengan rekan koleganya yang ada di beberapa kota seperti di Jawa Timur, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Barat dan lainnya,” jelasnya.

Dari hasil pendalaman yang dilakukan tambahnya, penyidik Sat Reskrim menemukan fakta baru perbuataan dugaan surat palsu yang digunakan HH yang sedang didalami.

“Hasil penyidikan dari barang bukti saudari HH ditemukan adanya dugaan pemalsuan surat. Namun surat apa masih kita dalami. Kita akan kirim penyidik ke Jakarta untuk mengecek surat tersebut. Dari keterangan saudari HH ini juga menerangkan ada keuntungan besar dari prostitusi online ini,” kata Riko.

Sedangkan tersangka R lanjutnya, dijerat UU Tindak Pidana Perdagangan Orang Nomor 21 tahun 2007 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Minta maaf

Sementara itu, HH didampingi pengacaranya menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya itu.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat Kota Medan. Status saya dalam kejadian ini sebagai saksi,” katanya dengan nada pelan. (m25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2