Waspada
Waspada » Polres Lhokseumawe Musnahkan 8 Ha Ladang Ganja
Headlines

Polres Lhokseumawe Musnahkan 8 Ha Ladang Ganja

KAPOLRES Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan ketika ikut melakukan pemusnahan ladang ganja disaksikan Keuchik Lancok Kec. Sawang Kab. Aceh Utara A. Rahman. Waspada/Zainuddin Abdullah
KAPOLRES Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan ketika ikut melakukan pemusnahan ladang ganja disaksikan Keuchik Lancok Kec. Sawang Kab. Aceh Utara A. Rahman. Waspada/Zainuddin Abdullah

SAWANG (Waspada): Untuk memutuskan mata rantai peredaran narkoba di tengah masyarakat, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan turun tangan memusnahkan ladang ganja seluas 8 hektare di Desa Lancok Kec. Sawang Kab. Aceh Utara.

Kapolres memimpin langsung Satresnarkoba Polres Lhokseumawe terjun ke lapangan untuk menyusuri lokasi keberadaan ladang ganja di Dusun Alue Seumate Desa Lancok.

Demikian Kasat Narkoba Polres Lhokseumawe Iptu Ferdian Chandra melalui siaran persnya kepada Waspada, Rabu (4/3), terkait upaya pemusnahan ladang ganja yang siap panen.

Dikatakannya, setelah memastikan keberadaan ladang ganja di Dusun Alue Seumate Desa Lancok, maka pada Selasa (3/3) sekira pukul 10:00, Kapolres bersama tim langsung turun ke lokasi yang membutuhkan perjuangan berat karena tidak bisa dilalui dengan kendaraan bermotor.

Sehingga terpaksa melakukan perjalanan kaki sejauh 6 jam melewati jalan setapak, bukit dan lembah terjal. Hasilnya, rombongan menemukan tiga kebun berdampingan yang sudah ditanami pohon ganja.

Diperkirakan ladang ganja itu luasnya mencapai 8 hektare dan rata-rata dengan ketinggian 10 Cm hingga 200 Cm atau sudah berusia tiga bulan tanam.

Dijelaskannya penemuan ladang ganja itu berkat informasi masyarakat tentang aktivitas petani yang menanam ganja.

Menindak lanjuti laporan itu, tim Satresnarkoba Polres Lhokseumawe bekerjasama dengan Polsek Sawang langsung mencoba mendeteksi kebenaran info tersebut sejak Minggu (1/3) lalu.

Alhasil pada Senin (2/3), tim menemukan ladang ganja di Dusun Alue Seumate. Kemudian polisi menginap menunggu kehadiran pemilik kebun ganja yang biasa datang menyiram kebun.

Namun sayangnya, sang pelaku pemilik kebun ganja justru tidak pernah lagi muncul. Akhirnya, Kapolres memerintahkan untuk melakukan pemusnahan seluruh ganja yang tumbuh subur itu.

Polisi juga mengambil sample sebagai barang bukti sebanyak 100 batang pohon ganja. Sisanya harus dilakukan pemusnahan di tempat dengan cara dicabut dan dibakar turut disaksikan Keuchik Desa Lancok Rahman dan perangkat desa lainnya. (b16)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2