Polres Labuhanbatu Bekuk 4 Orang Sindikat Narkoba

  • Bagikan
KEEMPAT tersangka sindikat jaringan narkoba Aceh-Rantauprapat-Ajamu. Waspada/Ist
KEEMPAT tersangka sindikat jaringan narkoba Aceh-Rantauprapat-Ajamu. Waspada/Ist

RANTAUPRAPAT (Waspada): Polres Labuhanbatu bekuk 4 orang sindikat jaringan narkoba Aceh-Rantauprapat-Ajamu.

Hal itu disampaikan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Anhar Arlia Rangkuti SIK melalui Kasat Narkoba, AKP Martualesi Sitepu SH kepada Waspada, Minggu (21/11).

Terkuaknya jaringan narkoba itu, ungkap Kasat, dimana tim dipimpin Kasat Narkoba dan dibantu oleh Kanit 1 IPDA Sarwedi Manurung menangkap Ed alias Atut, 43, warga jalan Diponegoro, Rantauprapat dan SAP alias Anggi, 21, warga Desa Sei Sentosa, Kecamatan Panai Hulu.

Saat itu kedua tersangka sedang mengendarai mobil B 1567 PYU melintas di Jalan Baru By Pass Kota Rantau Prapat.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan kepada kedua tersangka dan menggeledah mobil dan ditemukan 3 plastik klip berisi 300 gram narkoba jenis sabu.

Pada pemeriksaan petugas tersangka mengaku mau mengedarkan sabu itu di sekitar Kota Ajamu.

SAP alias Anggi mengaku bahwa selama kurun waktu tiga bulan dia menjadi kurir membagikan sabu untuk diedarkan di Kota Ajamu dan sudah 2 kali meloloskan sabu untuk diedarkan yaitu sebanyak 30 Gram dan 50 Gram.

Sabu tersebut diperoleh dari warga Kota Rantauprapat benama Kotek. Petugas meluncur ke rumah Kotek di Jalan Silandorung Rantauprapat dan menangkap BD alias Kotek, 38.

Pada penggrebekan itu seseorang yang berasal dari Aceh EM, 37, warga Kuala Simpang Aceh Tamiang turut dibekuk.

Petugas melakukan pengembangan selama 5 hari di Kuala Simpang dan menggeledah rumah EM. Polisi menemukan satu unit timbangan elektrik dan puluhan plastik klip untuk membungkus berat satu ons.

“Kotek dan EM merupakan residivis kasus narkotika. EM pada waktu itu ditangkap oleh petugas Polrestabes Medan selesai menjalani hukuman tahun 2019 dan Kotek ditangkap Polres Tebingtinggi selesai menjalani hukuman tahun 2017,” papar Kasat.

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 114 (2) Sub 112 (2) YO 132 UU RI NO 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. “Dengan Ancaman Hukuman Maksimal 20 Tahun Penjara,” ungkap Kasat. (a07)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *