Waspada
Waspada » Selewengkan 36 Pembayaran Fiktif, Poldasu Tahan Oknum PNS BNNP Sumut
Headlines

Selewengkan 36 Pembayaran Fiktif, Poldasu Tahan Oknum PNS BNNP Sumut

SY (mantan bendahara pengeluaran). Poldasu tahan oknum pegawai PNS pengolah data seksi pengawasan tahanan dan barang bukti bidang pemberantasan di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut.  Waspada/Ist
SY (mantan bendahara pengeluaran). Poldasu tahan oknum pegawai PNS pengolah data seksi pengawasan tahanan dan barang bukti bidang pemberantasan di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut.  Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Subdit III/Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumut tahan oknum pegawai negeri sipil (PNS) pengolah data seksi pengawasan tahanan dan barang bukti bidang pemberantasan di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut.

Penyidik melakukan penahanan setelah ditemukan 36 pembayaran fiktif diduga dilakukan Sy (mantan bendahara pengeluaran) terkait pembayaran atas kegiatan yang sudah dilaksanakan (overlapping) dan sudah dibayarkan.

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Jumat (15/1) mengatakan, pada Maret 2018, administrasi umum sub bagian perencanaan bagian umum BNNP Sumut Riend Afrianita diperintahkan Kepala Bagian Umum BNNP Sumut Karjono untuk merekap pertanggungjawaban keuangan Tahun Anggaran 2017.

“Ketika itu ada pemeriksaan rutin oleh Inspektur Utama (Irtama) BNN, dan Riend Afrianita meminta dokumen pertanggungjawaban keuangan pada masing-masing bendahara bidang,” ujar Nainggolan.

Dalam pemeriksaan rutin itu diketahui ada 36 pembayaran fiktif diduga dilakukan oleh Sy (mantan bendahara pengeluaran) terkait pembayaran atas kegiatan yang sudah dilaksanakan dan sudah dibayarkan.

“Adapun penyalahgunaan wewenang atau penggelapan dalam jabatan diduga dilakukan Sy, yaitu mengajukan permintaan pembayaran fiktif dengan cara membuat Daftar Rincian Permintaan Pembayaran (DRPP) atas kegiatan yang sudah dilaksanakan (pengajuan DRPP ganda) sebesar Rp756.530.060,” sebut Nainggolan.

 

Sudah DItahan

Ia menjelaskan, sesuai Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) oleh auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut pada 14 Januari 2021, Sy telah dilakukan upaya paksa berupa penangkapan dan langsung ditahan di RTP Polda Sumut.

“Pihak Poldasu telah tahan tersangka oknum PNS BNNP itu,” sebutnya.

Barang bukti yang diamankan, 30 eksemplar dokumen pertanggungjawaban keuangan (rill), 14 eksemplar dokumen pertanggungjawaban keuangan yang double input, tiga eksemplar dokumen pertanggungjawaban keuangan (SPM nihil) serta satu jilid buku kas umum BNNP Sumut TA 2017.

Dalam kasus itu tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah  diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana. “Ancaman maksimal hukumannya di atas 20 tahun penjara,” ujar Nainggolan.(m10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2