Waspada
Waspada » Poldasu Diminta Ambil Alih Kasus Pencurian Sawit Di Bilah Hilir
Headlines Medan Sumut

Poldasu Diminta Ambil Alih Kasus Pencurian Sawit Di Bilah Hilir

PETUGAS Polsek Bilah Hilir saat meninjau objek perkara pencurian, belum lama ini. Waspada/Ist
PETUGAS Polsek Bilah Hilir saat meninjau objek perkara pencurian, belum lama ini. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Orang tua terlapor kasus pencurian buah sawit di Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, meminta perlindungan Polres Labuhanbatu dan Polda Sumut.

Ia juga berharap Poldasu mengambilalih kasus yang kini ditangani Polsek Bilah Hilir.

Kepada wartawan di Mapoldasu, Kamis (5/11) Arnot Sitanggang, 62, warga Dusun Simpang III, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Pangkatan, Labuhanbatu mengatakan tiga anaknya dilaporkan atas kasus pencurian buah sawit oleh tetangganya AA Nainggolan.

“Padahal sawit itu saya yang menanamnya,” ujar Arnot Sitanggang.

Karena adanya kejanggalan, ia membuat pengaduan masyarakat (Dumas) kepada Kapolres Labuhanbatu untuk memohon perlindungan hukum dan kepastian hukum pada 14 Oktober 2020 lalu.

Juga meminta kasus pencurian itu digelar dan diambilalih Polda Sumut.

“Karena laporan kasus pencurian itu tiga anak saya harus berurusan dengan pihak kepolisian. Padahal mereka tidak melakukan pencurian. Saya berharap Poldasu mengambilalih kasus ini supaya jelas penanganannya,” ujarnya.

Pengaduan masyarakat bermaterai 6,000 tersebut ditembuskan kepada Kapoldasu, Irwasda Poldasu, Kabid Humas Poldasu, Kabid Propam Poldasu, Ditreskrimum Poldasu, Kabag Wassidik Dit Reskrimum, Kajari Rantauprapat, Ketua Pengadilan Negeri Rantauprapat dan Kapolsek Bilah Hilir.

Kata Arnot Sitanggang, dalam Dumas itu menjelaskan anaknya Hermanto Sitanggang dan Maruba Sitanggang serta Asiman Manulang telah dipanggil penyidik Polsek Bilah Hilir sebagai saksi.

“Keterangan mereka menyebutkan pohon kelapa sawit tersebut tanaman saya sendiri,” kata Arnot Sitanggang.

Menurutnya, ia telah mengelola lahan negara dengan menanami pohon sawit sejak 1992, sesuai dengan surat pernyataan diketahui saksi termasuk Kepala Desa Tanjung Harapan atas nama Januari Ritonga pada 15 Maret 2009.

“Justru AA Nainggolan telah mencuri kelapa sawit tanaman saya sejak 2015,” sebutnya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan dikonfirmasi mengenai penanganan kasus pencurian tanpa alas hak yang jelas oleh Polsek Bilah Hilir mengatakan, akan mengecek terlebih dahulu kepada penyidik.

“Saya tidak tahu kasus per kasus yang ditangani. Karena itu, saya akan cek terlebih dahulu. Terima kasih atas informasinya,” sebutnya Kamis (5/11)

Terpisah, Kasubbid Penmas Poldasu AKBP MP Nainggolan menanggapi kasus itu mengatakan, seharusnya dicek terlebih dahulu alas hak kepemilikannya.

“Biasanya seperti itu, alas hak lawannya terlebih dahulu dicek dan dipastikan kebenaran kepemilikannya, baru kasus pencuriannya diproses,” sebutnya. (m10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2