banner 325x300

PN Medan Terima Berkas Perkara Dzulmi Eldin

  • Bagikan
WALIKOTA Medan nonaktif Dzulmi Eldin, saat dihadirkan sebagai saksi di PN Medan beberapa waktu lalu. Waspada/Rama Andriawan
WALIKOTA Medan nonaktif Dzulmi Eldin, saat dihadirkan sebagai saksi di PN Medan beberapa waktu lalu. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara tersangka Walikota Medan nonaktif T. Dzulmi Eldin, ke Pengadilan Negeri (PN) Medan.

KPK menyerahkan berkas perkaranya, Selasa (25/2). Humas PN Medan, Erintuah Damanik, membenarkan perihal pelimpahan berkas perkara tersebut. “Iya, sudah. Berkasnya sudah kita terima,” kata Erintuah Damanik kepada wartawan.

Erintuah menjelaskan, berhubung berkas perkara baru diterima, pihaknya belum memutuskan kapan penjadwalan sidang dan belum menentukan majelis hakim yang akan menyidangkan orang nomor satu di Medan ini.

“Kalau majelisnya, belum ada. Karena baru kita terima. Mungkin besoklah,” ujar Erintuah. Sebelumnya Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, KPK sudah melimpahkan berkas perkara berikut tersangka T. Dzulmi Eldin ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan.

“JPU KPK hari ini, melimpahkan berkas perkara tersangka DZE Walikota Medan ke PN Tipikor Medan. Tahanan dititip di Lapas Klas 1 Tanjunggusta Medan,” kata Ali Fikri dalam siaran persnya, Senin (25/2).

Disebutkannya, tersangka dalam kasus ini dijerat pasal dakwaan 12 huruf a jo 55 ayat 1 ke-1 jo 64 ayat 1 KUHP atau pasal 11 jo 55 ayat 1 ke-1 jo 64 ayat 1 KUHP.

“Setelah dilimpahkan, berikutnya JPU akan menunggu penetapan Majelis Hakim mengenai hari sidangnya,” kata Fikri. KPK sebelumnya, juga sudah melimpahkan berkas perkara Mantan Kasubag Protokoler Pemko Medan, Syamsul Fitri ke PN Medan.

Untuk Syamsul Fitri, PN Medan menjadwalkan sidang pada Senin 2 Maret pekan depan. Wakil Ketua PN Medan, Abdul Aziz ditunjuk menjadi Ketua Majelis Hakim, sedangkan Ahmad Sayuti dan Eliyas Silalahi, masing-masing selaku hakim anggota yang akan menyidangkan Syamsul Fitri.

Diketahui, KPK menetapkan Walikota Medan, T. Dzulmi Eldin sebagai tersangka atas kasus dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan pada Pemko Medan tahun 2019.

Eldin ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Kepala Dinas PU Kota Medan Isa Ansyari dan Kepala Bagian Protokoler Kota Medan Syamsul Fitri. Eldin disebut menerima sejumlah uang sebesar Rp530 juta dari Mantan Kadis PU Kota Medan, Isa Ansyari.

Uang itu diterimanya melalui Syamsul Fitri. Eldin ditetapkan tersangka setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 16 Oktober 2019. (Cra)

  • Bagikan