Waspada
Waspada » Pj Kades Alue Seupeung Siap Mempertanggungjawabkan Penggunaan DD
Aceh Headlines

Pj Kades Alue Seupeung Siap Mempertanggungjawabkan Penggunaan DD

SALAH satu bangunan yang belum siap dikerjakan anggaran 2019 di Desa Alue Seupeng, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (24/9). Waspada/Muji Burrahman
SALAH satu bangunan yang belum siap dikerjakan anggaran 2019 di Desa Alue Seupeng, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (24/9). Waspada/Muji Burrahman

NAGAN RAYA (Waspada): Pj Kades Alue Seupeung T Darmiyus ketika dikonfirmasi Waspada, Kamis (24/9) menyanggah anggapan beberapa masyarakat terhadap dirinya.

Darmiyus mengaku, selaku Pj Kades dirinya siap mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran yang telah digunakan.

Dia menjelaskan, dirinya menjabat Pj Kades sejak Juli 2019 menggantikan Kades sebelumnya yang melarikan diri karena tersangkut persoalan hukum.

“Selama saya menjabat, saya siap mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran yang digunakan,” ujarnya.

Terkait baleho anggaran, Darmiyus menyebutkan, karena masih terdapat perubahan penggunaan anggaran semasa pendemi, sehingga belum dapat memasang baleho tersebut.

Sebelum menjabat Kades, Darmiyus mengungkapkan Pj sebelumnya dari 2015-2016 Jamaludin menjabat Pj Kades Alue Seupeng, 2017-2018 dijabat Ilyas (yang sekarang dalam DPO) terkait pengunanan dana desa termasuk dana masjid.

Sementara 2019 T Darmiyus menjabat sebagai Pj Kades pada 7 Juli 2019 hingga sekarang.

Kepala DPMGP4 Bukhari melalui Kabid Pemberdayaan Masyarakat Gampong Fafi Agusrizal menjelaskan, pihaknya akan melakukan mediasi dengan masyarakat dan Kades Alue Seupeng agar tidak terjadi kesalah pahaman.

“Guna mencari titik temu terkait masalah ini, dan mediasi akan dilakukan di kantor camat guna menghindari hal yang tidak diinginkan,” demikian tutup Fafi.

Sebelumnya adanya laporan ke Tipikor Polres Nagan Raya beberapa pekan lalu dari sejumlah warga Desa Alue Seupeung Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya soal dugaan penyalahgunaan dana desa 2019 yang dilakukan Kades setempat dan terdapat beberapa bangunan yang fiktif.

Adapun bangunan yang diduga fiktif yakni terobosan jalan (430 M) dan box curvert 2 unit, masjid, dua unit rumah kaum duafa.

Bahkan bukan hanya itu, dua aparat desa yakni sekdes dan ketua pemuda diberhentikan berdasarkan surat tanggal 23 September 2020.

Informasi dihimpun, masyarakat Desa Alue Sepeung Kecamatan Tadu Raya mengeluhkan kinerja Kades (kepala desa) setempat.

Menurut masyarakat, Kades terkesan tidak transparan dalam penggunaan Dana Desa (DD).

Seperti papan baleho penggunaan DD yang umumnya dipajang di kantor desa sama sekali tidak ada, sehingga masyarakat tidak dapat mengetahui penggunaan DD mereka secara umum.

Kemudian, pembangunan rumah layak huni dan belum siap pengerjaannya.

“Box jembatan penghubung yang rubuh karena di duga tidak sesuai spesifikasi pengerjannya termasuk pembangunan masjid serta saluran air,’’ kata seorang sumber warga setempat. (b22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2