Waspada
Waspada » Pilkada Humbahas 2020, Koko Menguat Di Papatar
Headlines

Pilkada Humbahas 2020, Koko Menguat Di Papatar

Ketua Aliansi Masyarakat Papatar, Robby Seven Purba, ST (Waspada/Andy Yanto Aritonang)

JAKARTA (Waspada) Ketua Aliansi Masyarakat Papatar,  Robby Seven Purba,  ST memprediksi Kotak atau Kolom Kosong (Koko), akan menang di  wilayah Papatar  yang meliputi tiga kecamatan  di Humbang Hasundutan (Humbahas) yakni Kecamatan Pakkat, Parlilitan  dan Tarabintang.

Hal ini disampaikannya melihat  fenomena makin menguatnya dukungan ke Koko jelang pelaksanaan  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada tanggal 9 Desember 2020  mendatang.

“ Bisa saya bilang hampir 75 persen masyarakat Papataran akan pilih Koko dan saya sudah sering komunikasi dengan masyarakat Papata khususnya yang mengetahui dan mengenal karakter  di sana . Kecuali  ada hal lain  atau mungkin tekan lain. Tapi masyarakat sudah pintar kok,” kata Robby Seven Purba,  ST  saat wawancara dengan Waspada disela-sela rapat pleno I  Forum Peduli Demokrasi Humbang Hasundutan (FPDHH) di Resto Mora Tabo, Cikini, Jakarta, Jakarta (25/9).

Menurut Robby Seven Purba beralihnya  pilihan masyarakat Papatar pada Pilkada kali ini ke Koko, tidak terlepas dari  keprihatinan atas  proses demokrasi dimana pada Pilkada Serentak kali hanya diikuti calon tunggal. Padahal melihat perolehan kursi partai partai politik di DPRD  paling tidak ada tiga atau empat  pasang calon bupati dan wakil bupati yang bisa disodorkan kepada masyarakat Humbahas untuk  dipilih.

“  Bila nanti Koko  ternyata menang di Pilkada Serentak 9 Desember mendatang, menurut saya sama artinya  menangnya demokrasi   Dan demokrasi berjalan di Humbahas  yang pada akhirnya akan muncul tokoh tokoh yang mampu  jadi pemimpin di Humbahas, harap Robby Seven Purba.

Masyarakat Papatar , lanjut Robby Seven Purba,  juga ada rasa  kecewa terhadap ketertinggalan pembangunan di tiga kecamatan di Humbahas itu.

Wilayah Papatar tambahnya terkesan dianaktirikan, dimana  pembangunan di Papatar termasuk minim.

“ Untuk membangun Papatar hampir tidak pernah  tersentuh. Sangat dianaktirikan , termasuk itu pembangunan infrastruktur atau jalan,” katanya.

Papatar hanya disunggahi janji  dan selalu dijadikan sebagai obyek pada saat Pilkada.

Sementara jalan yang sangat vital bagi masyarakat Papatar untuk mendukung kelancaran roda perekonomian , khususnya mempermudah para petani membawa hasil panennya, selama empat tahun terakhir ini tidak pernah tersentuh. Jalan jalan di Papatar selama banyak yang tidak layak dan tidak di aspal.

Kalau disebut ada program dibidang pertanian atau perkebunan, menurut Ketua Aliansi Masyarakat Papatar ini,  boleh dikatakan hampir 90 persen gagal .

Memang pernah masyarkat Papatar disuruh menanam bawang  tapi hasilnya  gagal sebab tanah di Papatar tidak cocok untuk tanam Bawang.

Masyarakat Papatar pernah disuruh menanam Jagung dan Kentang , hasilnya juga mengecewakan, malah para petani merugi, paparnya

Robby Seven Purba  menyoroti kinerja Bupati Humbahas saat ini yang dianggapnya tidak berhasil .

Demikian juga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Papatar, terkesan  pilih pilih, dan banyak yang seharusnya berhak mendapatkan PKH tetapi tidak  terdaftar.

“ Masalah PKH ini sudah lama menjadi perhatian Aliansi Masyarakat Papatar  dan masalah ini selalu kita suarakan, “ akunya.

Terakhir sebagai Ketua Aliansi Masyarakat Papatar, Robby Seven Purba  mewanti-wanti penerapan program lumbung pangan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo  di Sumut dan Kalimantan Tengah.

Kebetulan lokasinya di Papatar, melalui aliansi ini kita akan pantau  dan kawal terus proses ketersediaan lahan . Melalui aliansi masyarakat Papatar ini   kita juga akan berupaya keras agar masyarakat Papatar nantinya berperan di arek lumbung pangan dan tidak hanya jadi penonton ,

“ Ini harapan kita dari aliansi masyarakat Papatar terkait penyediaan lahan lumbung pangan , “ pungkas Ketua Aliansi Masyarakat Papatar, Robby Seven Purba, (JO5)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2