Waspada
Waspada » Pihak Travel: Kerajaan Arab Saudi Segera Izinkan Jamaah Indonesia Datang ke Tanah Suci
Headlines

Pihak Travel: Kerajaan Arab Saudi Segera Izinkan Jamaah Indonesia Datang ke Tanah Suci

MEDAN (Waspada): Keputusan yang sangat mengagetkan dari Kerajaan Arab Saudi untuk menghentikan sementara penyelenggaraan umroh merupakan suatu kebijakan yang tepat demi penyelamatan para jemaah dari berbagai negara dan warga setempat dari wabah virus korona, namun jangan berlama-lama, karena jelas punya dampak bagi pihak penyelenggara umrah termasuk dari PT. Multazam Wisata Agung (Multazam) yang sudah tiga dekade terlibat dalam urusan perjalanan ibadah itu.

Demikian pengakuan dari Ustaz DR.H.Syafi’i Siregar,MA, (Foto) pimpinan PT.Multazam Wisata Agung sebagai penyelenggara Haji dan Umroh Jum’at (28/2) di Medan dalam menanggapikebijakan pemerintah Arab Saudi untuk menghentikan sementara penyelenggaraan umrah menyusul semakin memburuk dan menyebar wabah virus korona ke berbagai negara dan tidak tertutup kemungkinan menjalar ke Makkah dan Madinah, dua kota yang setiap saat diramaikan dengan kedatangan jamaah umroh.

“Kita sangat pritihatin dengan keputusan penghentian itu karena kita bergerak di bidang penyelenggaraan umroh yang jelas punya dampak yang cukup besar, apalagi para jamaah punya harapan bertahun-tahun dengan mengumpulkan dana dengan niat berumroh, namun ternyata ada yang kandas di tengah jalan, ada yang kandas di bandara,” kata Syafi’I Siregar yang didampingi Ustaz Drs. Harapan Bangsa Siregar dan Dr(HC) Aidi Yursal, SS.Ing dari Pimpinan Kantor Perwakilan Jl. Bromo Medan dan Kantor Perwakilan Kota Batusangkar Sumatera Barat.

Mengenai Jamaah umrah dari Multazam, Syafi’I Siregar menyebutkan kini masih ada rombomgan lagi berjumlah 42 orang yang masih berada di Madinah setelah beberapa hari lalu baru pulang dua rombongan hampir dua ratus orang.

“Semua jamaah umroh kita di sana tidak ada masalah dan tetap bisa melaksanakan ibadah sebagaimana mestinya,” ujar Syafi’I dengan mengaku pihaknya terus memantau situasi terkini di Makkah dan Madinah pasca diberlakukan moratorium (penangguhan) sementara pelaksanaan ibadah umrah.

Yang sedikit agak membingungkan H. Syafi’I Siregar yang juga pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Al Muhajirin Langkat itu adalah tentang keberangkatan 40 jamaah umrah Multazam Rabu, 4 Maret mendatang, karena terkena dampak dari larangan umroh sementara dari Kerajaan Arab Saudi.

“Kami dari pihak Multazam, masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pemerintah Arab Saudi ataupun Pemerintah Indonesia bagaimana langkah selanjutnya tentang jamaah umrah yang sudah terjadwal keberangkatan dengan memiliki visa dan tiket pesawat yang sudah dibayara lunas untuk pergi dan pulang serta juga penginapan di Madinah dan Makkah yang sudah dibooking dengan panjar 50 persen,” ujar Syafi’I dengan nada bertanya yang entah siapa yang bisa menjawabnya karena keberangkatan tinggal menunggu hari.

Syafi’I Siregar memang memaklumi kebijakan pihak Arab Saudi yang memberlakukan lararang sementara tersebut karena sebagai upaya pencegahan dini agar baik warga setempat ataupun para jamaah tidak tertular wabah virus Korona yang kini sedikitnya sudah 52 negara dengan korban 2.817 orang tewas.

Namun dia mengharapkan supaya pihak kerajaan Arab Saudi memberikan prioritas kepada Negara Indonesia agar para jamaahnya bisa segera diizinkan kembali melaksanakan ibadah di luar musin haji itu karena sampai sekarang negara kita tercatat tidak tertular virus korona dari Wuhan, negara China itu.

Dalam keadaan yang belum ada kepastian itu, Syafi’I Siregar meminta kepada calon jamaah umroh yang sudah mendaftar di Multazam baik melalui kantor pusat ataupun melalui kantor Perwakilan dan Cabang agar bisa memaklumi keadaan ini dengan cara bersabar tanpa harus membatalkan niat untuk melaksanakan ibadah umroh.

‘”Demikian juga bagi yang hendak mendaftar, jangan terhalang akibat kebijakan itu karena sewaktu-waktu dicabut larangan itu, para calon jamaah tinggal berangkat ke tanah suci,” katanya dengan mengharap pihak Kerajaan Arab Saudi tidak berlama-lama memperlakukan larangan ini.

Ketika diminta pendapatkan tentang umrah Ramadhan dan pelaksanaan Haii yang sudah diambang pintu, ia mengharapkan agar larangan itu benar-benar bersifat sementara, karena jika diberlakukan pada bulan Ramadhan, akan berarti masjid Nabawi dan Masjidil Haram akan kosong melompong, semestinya pihak Arab Saudi memikirkan hal itu.

Karena ada dambak akan terjadi di sana seperti masalah karyawan hotel dan usaha-isaha lain yang sangat bergantung dari kedangan jamaah umroh.

“Kami dari Multazam sendiri yang punya belasan pegawai juga akan terkena dampak andaikata penghentian ini berlanjut terus, akunya.

Apalagi jika sampai berlanjut sampai pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Syafi’i Siregar menyebut ceritanya juga akan lain karena melaksanakan haji itu merupakan salah satu rukun islam kelima.

“Mudah-mudahan tidak demikian, pemberlakukan larangan oleh Kerajaan Arab Saudi hanya sementara sifatnya,” ujarnya dengan optimis penutupan perjalanan ibadah ke Makkah dan Madinah itu benar-benar sementara sifatnya, karena jika tidak kita kuatir ada pihak luar memanfaatkan keadaan ini dengan menyusup ke tanah suci sehingga timbul masalah lain bagi umat Islam.

Kebijakan penyetopan sementara itu, menurut H.Syafi’i, adalah sebagai upaya pihak Kerajaan Arab Saudi bisa melakukan sterilisasi yang diperkirakan butuh waktu dua minggu sehingga wabah virus korona itu lenyap dari kawasan Makkah dan Madinah, begitupun kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. (Cyn)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2