PH Terdakwa Sebut Kliennya Tidak Terbukti Melakukan Pemalsuan Surat - Waspada

PH Terdakwa Sebut Kliennya Tidak Terbukti Melakukan Pemalsuan Surat

  • Bagikan
SUASANA sidang dugaan pemalsuan surat secara online di PN Lubukpakam yang bersidang di aula Cabjari Labuhandeli, Rabu (13/5). Waspada/Andi Aria Tirtayasa
SUASANA sidang dugaan pemalsuan surat secara online di PN Lubukpakam yang bersidang di aula Cabjari Labuhandeli, Rabu (13/5). Waspada/Andi Aria Tirtayasa

BELAWAN (Waspada): Pengadilan Negeri Lubukpakam yang bersidang di Aula Cabjari Labuhan Deli secara online beragendakan pembacaan pledoi oleh penasehat hukum (PH) terkait dugaan pemalsuan surat keterangan kerja dengan terdakwa Marjoko, Rabu (13/5).

PH terdakwa Rahmat mengatakan bahwa kliennya tidak terbukti melakukan tindakan pidana pemalsuan surat keterangan pengalaman kerja.

Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabjari Labuhan Deli Ricard Simaremare tidak cermat menuntut terdakwa Marjoko selama 2 tahun penjara melanggar pasal 263 KUH Pidana.

“Sebab Direktur Utama PT Serba Guna Rani pihak pengadu tidak mengalami kerugian secara materi karena tidak bisa dibuktikan dalam penelitian jaksa dan hakim di pengadilan serta di Polres Pelabuhan Belawan sebagai penyidik,” tegas Rahmat.

Sebelumnya, tambah Rahmat, sesuai keterangan saksi Ahli pidana Prof. Dr. Syafaruddin Kalo mengatakan dipersidangan dinyatakan surat palsu jika ada pihak yang dirugikan secara materi.

“Bila jaksa dan hakim tidak dapat membuktikan ada kerugian materi yang dialami pengadu maka tidak dapat surat itu dinyatakan palsu,” sebut Rahmat.

Bahwa kedua terdakwa Marjoko sebagai pemberi surat keterangan kerja dan Dewi Sartika sebagai penerima sama-sama bekerja di perusahaan yang sama yaitu PT Serba Guna.

Marjoko mengeluarkan surat keterangan kerja karena diminta Dewi Sartika sebagai syarat pengambilan BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Kabid Hubungan Industri Disnaker Deliserdang Ganda Parulian Aritonang sebagai saksi ahli terhadap kasus terdakwa Marjoko juga mengatakan bahwa Dewi Sartika tidak menggunakan surat keterangan kerja itu untuk merugikan PT Serba Guna hanya untuk pengurusan hak normatifnya di BPJS Ketenagakerjaan.

Rahmat mengatakan bahwa Marjoko merupakan atasan Dewi Sartika di PT Serba Guna.

Rahmat meminta kepada Majelis Hakim PN Lubukpakam yang diketuai Hakim Ayunda anggota Rahmadhini dan Nora Gabe Pasaribu supaya Marjoko dibebaskan dari semua tuntutan pidana. (m27)

  • Bagikan