Peserta Testing P3K Wajib Bawa Surat Swab Antigen Di Atam - Waspada
banner 325x300

Peserta Testing P3K Wajib Bawa Surat Swab Antigen Di Atam

  • Bagikan
PETUGAS sedang memeriksa surat swab antigen dan berkas persyaratan administrasi peserta testing P3K tenaga guru yang berlangsung di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Atam, Selasa (14/9). Waspada/Muhammad Hanafiah
PETUGAS sedang memeriksa surat swab antigen dan berkas persyaratan administrasi peserta testing P3K tenaga guru yang berlangsung di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Atam, Selasa (14/9). Waspada/Muhammad Hanafiah

KUALASIMPANG (Waspada): Peserta testing penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tenaga guru berbagai jenjang sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang (Atam) wajib membawa surat swab antigen Covid-19 yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan ketika mengikuti testing yang berlangsung pada 13-17 September 2021 di Atam.

Demikian Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Atam, Bakhtiar SPd MPd sebagai Penanggung Jawab Testing P3K Guru di Kabupaten Atam ketika dikomfirmasi Waspada di SMAN 4 Kejuruan Muda yang dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan testing P3K tingkat Kabupaten Atam, Selasa (14/9).

“Ada dua lokasi sekolah sebagai tempat pelaksanaan testing P3K untuk guru di Atam yakni di SMKN I Kota Kualasimpang dan SMAN 4 Kejuruan Muda pelaksanaan testing sejak, Senin (13/9) sampai Jumat (17/9),” ujarnya.

Menurut Bakhtiar, peserta testing wajib membawa surat Swab Antigen, memakai masker, diperiksa suhu tubuh serta menjaga jarak sesuai protokol kesehatan Covid-19 ketika mengikuti testing mengerjakan soal yang sistem testing menggunakan sistem Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), sistem computer assisted test (CAT) pada tes P3K guru di Atam.

“Kalau tidak membawa surat swab antigen dan tidak memakai masker tidak boleh ikut testing,” tegas Bakhtiar.

Lebih lanjut Bakhtiar menjelaskan, testing P3K untuk guru bakti dan honor daerah di Kabupaten Atam jumlah pesertanya 1070 orang. Jumlah yang diterima untuk tenaga guru Dikdas (TK, SD dan SMP) sebanyak 411 orang dan untuk SMA, SMK dan Sekolah Luar Biasa sebanyak 301 orang.

Sebelum masuk ke dalam ruangan testing, imbuhnya, peserta harus terlebih dahulu masuk ruangan untuk diperiksa administrasi, termasuk surat swab antigen dan selanjutnya setelah itu barulah peserta masuk ke ruangan tempat pelaksanaan testing yang sudah disiapkan komputer untuk peserta testing.

“Karena sarana fasilitas komputer sangat terbatas sehingga peserta testing tersedia tiga ruangan di SMKN 1 dan SMAN 4. Setiap sesi dalam satu ruangan 25 peseerta dan setiap hari ada dua sesi pelaksanaan testing,” rincinya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Atam itu juga menjelaskan, peserta akan dinyatakan lulus jika memenuhi nilai ambang batas untuk tiga bidang kompetensi 1. Manajerial dan Kultural Nilai Ambang Batas 130, 2. Wawancara nilai ambang batas 24 dan 3. Teknis nilai ambang batas bervariasi mulai 250-350.

“Ini testing tahap I jika tidak lulus pada tahap 1 maka bisa ikut lagi testing tahap 2 dan jika tidak lulus pada tahap 2 maka bisa ikut lagi testing tahap 3,” tegasnya.

Bakhtiar merincikan, pada pelaksanaan testing, Senin (13/9) ada 10 orang yang tidak hadir karena sakit. ”Hari ini pada sesi pertama ada 2 orang yang tidak hadir karena sakit, sedangkan pada sesi kedua sedang dilakukan absensi untuk mengecek peserta yang tidak hadir. Bagi peserta yang tidak hadir karena sakit tentu saja masih ada kesempatan untuk mengikuti testing susulan yang jadwalnya akan ditentukan oleh Pemerintah nanti,” pungkasnya. (b14)

  • Bagikan