Pertamina ‘Tutup Telinga’ Terhadap Keluhan Masyarakat Soal Premium

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): PT Pertamina Patra Niaga dinilai masih ‘tutup telinga’ terhadap keluhan masyarakat akan ketersediaan Premium yang saat ini mulai sulit ditemukan. Bahkan di beberapa daerah di Sumut seperti Deliserdang, sudah tidak ada lagi SPBU yang menjual Premium.

Pertamina tetap menjalankan Program Langit Biru (PLB) dengan menyediakan Pertalite Harga Khusus di beberapa SPBU, namun tidak lagi menyediakan Premium di SPBU tersebut. Program tersebut dinilai sebagai upaya Pertamina untuk menghapuskan Premium.

Pertamina dinilai menutup telinga dan tidak mau mendengar keluhan masyarakat yang masih membutuhkan Premium untuk kendaraannya. Bahkan Pertamina dinilai masih belum menjalankan Perpres 191/2014, untuk ketersediaan Premium (JBKP) di SPBU Sumut sesuai SK BPH Migas No 66.

Seperti dikatakan, Ketua Organda Medan, Mont Gerry Munthe, pihaknya sudah sering menyuarakan keluhan para sopir angkutan umum di Medan akan ketersediaan Premium. Namun keluhan mereka tidak pernah didengar.

“Kita sebagai orang awam dan rakyat kecil tidak tahu mau buat apa lagi. Kita sudah sering bersuara, tapi tidak pernah ditanggapi dan tidak pernah didengar,” ujarnya.

Dia berharap, kalau Premium tidak ada, pemerintah harus memberikan subsidi kepada masyarakat seperti sopir angkutan umum untuk bahan bakar minyak (BBM). “Angkotnya ini harus diberi subsidi termasuk subsidi untuk BBM,” ujarnya.

Sementara itu, Agustiawan selaku Section Head Communication & Relation Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga menyebutkan, pihaknya masih tetap menyalurkan Premium yang merupakan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) sesuai dengan regulasi pemerintah.

“Sesuai regulasi Perpres 191/2014 dan Perpres 243/2018, Premium merupakan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) dan Pertamina berkomitmen menjalankan penugasan tersebut dengan tetap menyalurkannya di setiap wilayah sesuai dengan kuota yang sudah ditetapkan pemerintah,” tegasnya.

Dia juga menyebutkan, sesuai dengan arahan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup, Pertamina bersama Pemerintah bersinergi menghadirkan BBM yang lebih ramah lingkungan.

“Kita tahu bahwa Premium menjadi salah satu BBM yang masih di bawah standar lingkungan, untuk itulah Pertamina berkomitmen untuk menghadirkan BBM yang lebih ramah lingkungan lagi. Dan sesuai dengan penugasan, kita tetap menyalurkan Premium,” tegasnya lagi.

Sedangkan Program Langit Biru (PLB), lanjutnya, itu bukan dalam rangka menghapus Premium, tetapi bagaimana kita menghadirkan BBM yang ramah lingkungan dengan harga yang hampir sama dengan Premium.

“Jadi diskon yang diberikan memang menjadi salah satu upaya Pertamina untuk tetap menghadirkan BBM ramah lingkungan yang terjangkau di masyarakat. Informasi yang saya dapat, berdasarkan arahan dari Pusat, PLB ini masih diperpanjang sampai akhir tahun 2021,” ujarnya.

Terkait dengan adanya celah penyelewengan BBM lewat Program Langit Biru dimana Pertalite harga khusus bisa diselewengkan, Agus menyebutkan, pihaknya tetap melakukan pengawasan dan monitoring terhadap celah tersebut.

“Kita tetap ada aturannya, jadi kita memang lakukan digitalisasi dan monitoring. Jadi untuk mengantisipasi adanya kekhawatiran penyalahgunaan tersebut kita tetap melakukan monitoring melalui SPBU tetap mengontrol penggunaan Pertalite Harga Khusus tepat sesuai yang diumumkan. (m31)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *