Waspada
Waspada » Perang Afghanistan Kontra Taliban Tewaskan 100 Orang
Headlines Internasional

Perang Afghanistan Kontra Taliban Tewaskan 100 Orang

Kerusakan yang timbul akibat pertempuran antara pasukan pemerintah Afghanistan dan milisi Taliban. Perang hingga Minggu telah menewaskan setidaknya lebih dari 100 gerilyawan dalam 24 jam terakhir. VOA

KABUL, Afghanistan (Waspada): Pertempuran antara pasukan pemerintah Afghanistan dan milisi Taliban hingga Minggu telah menewaskan setidaknya lebih dari 100 gerilyawan dalam 24 jam terakhir.

Dilansir AFP, Senin (3/5/2021), pertempuran antara dua belah pihak itu terjadi di beberapa wilayah provinsi di negara tersebut. Salah satunya termasuk di Kandahar yang semula menjadi salah satu basis tentara AS di Afghanistan sejak satu dekade lalu.

Presiden AS Joe Biden sendiri telah menetapkan mulai menarik pasukannya dari Afghanistan yang dimulai 1 Mei lalu. Kementerian Pertahanan Afghanistan mengklaim dalam pertempuran di Kandahar, ada 52 militan Taliban yang terluka.

Namun, Kemenhan Afghanistan tersebut tak memaparkan detail mengenai korban dari sisi pasukan pemerintah. Sementara itu, juru bicara Taliban tak memberikan komentar apapun tentang pertempuran di Kandahar tersebut.

Pertempuran terbuka antara Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan terus berlanjut di beberapa wilayah negara itu dalam beberapa bulan terakhir. Pertempuran itu pun mengganggu upaya perjanjian damai untuk mengakhiri konflik 20 tahun di negara tersebut.

Di satu sisi, seiring penarikan pasukan, AS menyerahkan basis militer Antonik yang berada di Provinsi Helmand kepada pasukan Afghanistan akhir pekan lalu.

Kemenhan Afghanistan mengatakan markas militer itu akan digunakan pasukan khusus militernya yang telah dilatih operasi antiterorisme oleh militer AS dan NATO.

Amerika Serikat memang secara resmi mulai menarik sisa 2.500 prajuritnya dari Afghanistan sesuai instruksi Biden pada bulan lalu.

Para prajurit AS dan sekutu yang tersisa di seluruh Afghanistan itu dipindahkan dulu ke basis militer terbesar di Bagram sebelum diterbangkan keluar dari negara tersebut. (afp/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2