Perambahan Hutan Di Kuala Beringin Berpotensi Bencana Alam - Waspada

Perambahan Hutan Di Kuala Beringin Berpotensi Bencana Alam

  • Bagikan
AKTIFITAS pelaku illegal logging di Dusun Kampung Selamat Pantai I, Desa Kuala Beringin tanpa dilengkapi dokumen. Waspada/Ist
AKTIFITAS pelaku illegal logging di Dusun Kampung Selamat Pantai I, Desa Kuala Beringin tanpa dilengkapi dokumen. Waspada/Ist

 

AEKKANOPAN (Waspada): Maraknya perambahan kawasan hutan lindung di Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuhhulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) berpotensi akan timbulnya bencana longsor dan banjir.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Labura M Nuh pada Waspada, Selasa (3/8) menyebutkan, perambahan kawasan hutan lindung di Desa Kuala Beringin semakin marak, terlebih kayu yang berasal dari kawasan hutan dijual oleh pelaku illegal logging.

“Akibat adanya perambahan kawasan hutan sangat berpengaruh terhadap kondisi lingkungan yang tidak baik. Hal ini akan merugikan kelestarian ekosistem hutan, kerusakan vegetasi, kerusakan lahan dan berpotensi terjadinya bencana alam longsor, banjir hingga kekeringan,” katanya.

Komisi B yang membidangi kehutanan meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) baik kepolisian maupun kehutanan mengambil tindakan tegas dan menangkap para perambah kawasan hutan serta pelaku illegal logging.

“Laporan masyarakat bahwa pelaku illegal logging mengeluarkan bahan jadi melalui alur sungai, apalagi saat musim penghujan, kayu banyak mendarat di tepi Pantai I, Dusun Kampung Selamat. Hampir setiap malam kayu bahan jadi tanpa dilengkapi dokumen keluar dari Desa Kuala Beringin menggunakan truk dikirim ke panglong Kabupaten Asahan”, ungkap M Nuh.

Ismarlin warga Desa Kuala Beringin dihubungi Waspada via seluler mengatakan, Dusun Kampung Selamat tepatnya di Pantai I sering mengalami banjir bandang bahkan sempat memakan korban jiwa.

“Gundulnya hutan di kawasan Bukit Barisan menyebabkan longsor dan banjir. Jika hujan terlampau deras masyarakat sekitar ekstra hati-hati dikarenakan akan datangnya banjir kiriman dari hulu sungai Bukit Barisan”, katanya. (c04)

  • Bagikan