Waspada
Waspada » Pengiriman Sabu Dalam Paket Pisang Sale Digagalkan
Headlines

Pengiriman Sabu Dalam Paket Pisang Sale Digagalkan

Kepala BNNP Sumut Brigjen Atrial saat ekspos penangkapan sabu di BNNP Sumut. Pengiriman sabu dalam paket pisang sale digagalkan. Waspada/Ist
Kepala BNNP Sumut Brigjen Atrial saat ekspos penangkapan sabu di BNNP Sumut. Pengiriman sabu dalam paket pisang sale digagalkan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pengiriman sabu dalam paket pisang sale digagalkan BNNP Sumut di Bandara Kualanamu Internasional Airport.

Dalam pengungkapan ini petugas mengamankan pengedar K alias Mbah, 53, warga Pasuruan Jawa Timur, dengan barang bukti 831 gram sabu.

Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Atrial kepada wartawan, Selasa (23/2) mengatakan, tersangka K alias Mbah ini mengirimkan sabu dengan modus narkoba dikemas dalam makanan pisang sale kemudian dikirim dari Medan ke Pasuruan Jawa Timur, lewat jasa pengiriman Tiki.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi petugas (kargo) Regulated Agent PT Apollo Bandara Kualanamu, melaporkan ada barang yang berisi narkotika,” katanya di Kantor BNNP Sumut Jl. Williem Iskandar.

Pihaknya yang mendapatkan laporan ini kemudian mendatangi kargo bandara Kualanamu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Setelah kita cek ternyata betul disalah satu bungkusan kargo tersebut berisi narkotika jenis methamphetamine (sabu) dengan berat 831 gram,” jelas Atrial.

BNN kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mendapati bahwa barang haram ini akan dikirim ke Pasuruan Jawa Timur lewat jasa pengiriman Tiki.

“Kita koordinasi dengan Tiki ternyata barang ini (pisang sale) sudah beberapa kali dikirim, barang yang serupa,” katanya.

Atrial mengatakan pihaknya lalu melakukan control delivery. “Barang tetap dikirim, kita dampingi sampai Pasuruan,” cetusnya.

Di sana, sambung Atrial, pihaknya berkoordinasi dengan BNNP Jawa Timur, dan menunggu orang yang mengambil barang kuliner berisi narkoba tersebut.

“Ternyata orang yang mengambilnya seorang pria K alias Mbah, langsung disergap,” kata Atrial.

Pemeriksaan

Usai diamankan tersangka Khairul beserta barang bukti lalu diboyong ke Sumut guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Hasil pemeriksaan sudah tiga kali dilakukan, dia yang mengirimkan dari Medan, dia juga yang menerima disana (Pasuruan). Narkoba ini akan diedarkan di Bali dan Lombok,” tegasnya.

Kepada wartawan, tersangka mengaku sudah dua kali lolos mengirimkan sabu dengan modus yang sama.

‘Sekali bawa sabu mendapat upah Rp10 juta dan sudah dua kali berhasil,” katanya.
Menurutnya, uang hasil upah membawa sabu itu dipergunakan untuk membangun rumah. (m25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2