Waspada
Waspada » Pengacara Di Simeulue Kecewa Laporan Ditolak Polisi
Aceh Headlines

Pengacara Di Simeulue Kecewa Laporan Ditolak Polisi

KARTOYO rekannya Zulkifli dan Kapolres Simeulue. Waspada/Ist
KARTOYO rekannya Zulkifli dan Kapolres Simeulue. Waspada/Ist

SIMEULUE (Waspada): Pengacara Kartoyo SH, MM bersama rekannya Zulkifli Lumban Gaol, SH Direktris PT Vanessa Mandiri Utama, Noferni, Sabtu (14/3) mengaku kecewa laporannya ditolak polisi tanpa alasan yang jelas.

“Klien saya kecewa karena polisi menolak laporan pengaduan/laporan polisi,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan di losmen Simeulue, Sabtu (14/3).

Adapun pada Jumat (13/3) Ia selaku kuasa hukum melakukan pendampingan pelaporan atas perampokkan/perampasan, penggelapan dan penipuan oleh seseorang berinisial Ir terhadap kekayaan/aset milik kliennya.

Namun sayang, menurut Kartoyo, setelah sekian lama menunggu di Polres Simeulue bukan pelayanan dan pengayoman yang baik didapat, melainkan rasa kesal dan kecewa.

Pasalnya, kata Kartoyo, laporan Noferni terhadap orang berinisial Ir yang telah melakukan perampokan/perampasan, penipuan dan penggelapan atas AMP dan Stone Crasher milik kliennya yang dalam sitaan penegak hukum Simeulue ditolak dengan alasan hukum yang tidak logis.

“Awalnya sudah dilakukan pengetikan terhadap laporan klien kami oleh pihak SPKT, lalu tiba-tiba dihentikan,” urai Kartoyo.

Kemudian setelah dilakukan pembicaraan kata Kartoyo, Kasat Reskrim beralasan bahwa hal itu masalah perdata, kemudian perjanjian/perikatannya (lokus delikti) dilakukan di Medan, maka laporannya di Medan.

Anehnya, ungkap Kartoyo, ketika Ir melaporkan suami Noferni, Ramlan Tanjung alias Marlan Tanjung yang juga Komisaris PT Vannesa Mandiri Utama dalam hal jual beli saham yang tak pernah dibayar Ir.

Kemudian juga ada perikatan di Notaris Taufik di Jakarta Selatan, Laporan Ir diterima dan diproses pihak Polres Simeulue.

“Sewaktu kita tanyakan hal itu sebagai pembanding. Mereka dia. Saya melihat orang yang dilaporkan klien kami ini diduga adalah sindikat, kartel yang punya power,” jelas Kartoyo.

Namun dia tidak ingin Simeulue dikuasai oleh mafia yang dengan semena-mena merusak tatanan hukum.

Adapun menurut Zulkifli Lumbaan Gaol rekan Kartoyo bahwa selama ini Ir yang dilaporkan oleh Noferni selain melakukan kejahatan perampasan, penggelapan dan penipuan terhadap asetnya yang dalam sitaan penegak hukum (barang bukti), Ir juga mengkriminalisasi Ramlan Tanjung alias Marlan Tanjung, Komisaris PT Vanessa Mandiri Utama (suami Noferni) kasusnya sedang dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Aceh.

Laporan yang tak diterima oleh Polres Simeulue menurut Zulkifli akan dilaporkan ke Polda Aceh dengan tembusan ke Propam Polda, Mabes Polri, Kapolri, Komisi III dan Kompolnas.

Pada kesempatan itu Zulkifli juga meminta kepada Presiden Republik Indonesia agar menurunkan tim untuk menjamin pelaksanaan proses hukum di Simeulue jangan sampai dikendalikan oleh mafia.

Kapolres baru Simeulue AKBP Agung Surya Prabowo yang dikonfirmasi Waspada Sabtu (14/2) mengatakan soal laporan kemarin itu ditangani anggotanya dan sudah sepakat dengan pelapor, laporan diarahkan Ke Polda Aceh. (crm)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2