Penertiban Pekan Lelo, Murni Penegakan Perda Dan Penataan Ibu Kota Kabupaten - Waspada

Penertiban Pekan Lelo, Murni Penegakan Perda Dan Penataan Ibu Kota Kabupaten

  • Bagikan
SEKRETARIS Disperindag, Sergai Roy S Pane didampingi Kasi Penegak Perda Satpol PP Sergai, Ewin Ginta Tarigan, perwakilan Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup saat rapat terkait penertiban dan relokasi pasar Lelo, Kamis (21/10) di kantor Satpol PP Sergai, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah. Waspada/Edi Saputra
SEKRETARIS Disperindag, Sergai Roy S Pane didampingi Kasi Penegak Perda Satpol PP Sergai, Ewin Ginta Tarigan, perwakilan Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup saat rapat terkait penertiban dan relokasi pasar Lelo, Kamis (21/10) di kantor Satpol PP Sergai, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah. Waspada/Edi Saputra

SEIRAMPAH (Waspada): Langkah penertiban pasar (pekan) Lelo yang berlokasi di Dusun X, Desa Firdaus semata-mata merupakan penegakan peraturan daerah (Perda) serta penataan ibu kota Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Kecamatan Sei Rampah.

Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sergai Roy S Pane didampingi Kasi Penegak Perda Dinas Satpol PP Sergai, Ewin Ginta Tarigan, perwakilan Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup kepada sejumlah Wartawan, Kamis (21/10) di Kantor Dinas Satpol PP Sergai.

Ditambahkan Roy S Pane, Perda tersebut yakni Perda Kabupaten Sergai nomor 7 tahun 2018 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan toko swalayan dan penataan Kecamatan Sei Rampah sebagai Ibu Kota Kabupaten Sergai, Sekretaris Dinas Perindag juga menyampaikan bahwa lahirnya Perda nomor 7 tahun 2018 berawal dari Ranperda Inisiatif DPRD Sergai yang telah melalui pembahasan dan pengesahan antara Pemkab Sergai dan Anggota DPRD Sergai.

Menurut Roy S Pane pelaku usaha yang melakukan usaha perdagangan di bidang pasar rakyat wajib memiliki Izin Usaha Pengelolaan Pasar Rakyat (IUP2T) untuk pedagang pekan Lelo sama sekali tidak memiliki izin.

Selain memiliki IUP2T, sebut Sekretaris Disperindag, pasar harus memiliki fasilitas pendukung seperti toilet, tempat pembuangan sampah sementara, serta tidak mengganggu arus lalulintas.

“Sehingga penertiban dan relokasi pasar Lelo ini murni merupakan Penegakan Perda dan Penataan Kota Kecamatan Sei Rampah sebagai ibu kota Kabupaten Sergai serta tata ruang Pemkab Sergai,” tegas Roy seraya menambahkan tahun 2019 pihaknya telah mendata pedagang pasar Lelo yang berjumlah 104 pedagang, mengingat belum adanya lokasi yang layak untuk relokasi sehingga penertiban pasar Lelo ditunda.

Saat ini papar Roy, Pemkab Sergai bersama Dinas terkait lainnya terus berupaya memindahkan (relokasi) pekan Lelo di lokasi pasar Rakyat di Sei Rampah. Dimana lokasi tersebut merupakan solusi dari Pemkab Sergai untuk para pedagang pekan Lelo yang telah melakukan mediasi sebanyak 11 kali, baik di kantor Disperindag maupun di kantor Sat Pol PP dan Polres Sergai

“Pemkab Sergai saat ini juga tengah menata kota kecamatan Sei Rampah dengan proses pelebaran jalan, hingga lokasi pekan lelo maupun lokasi pekan lainnya yang hampir berjumlah sekitar 36 pekan (pasar tumpah) akan di tertibkan tentunya Pemkab Sergai terlebih dahu memberikan solusi yang terbaik untuk para pedagang,” jelas Roy.

Namun saat ini Pemkab Sergai konsen kepada pasar Lelo yang berdampak pada jalan negara dimana tidak dibenarkan adanya pekan di Jalinsum, hingga mengakibatkan kemacetan ditambah lagi Pemkab Sergai tengah melaksanakan program pelebaran jalan negara tersebut.

Menurut Roy S Pane, relokasi pekan Lelo ke pasar rakyat Sei Rampah merupakan lokasi yang cukup layak, tersedia lokasi parkir, fasilitas umum seperti toilet, tempat menyusui sudah tersedia, sarana air bersih dan Pemkab Sergai, terlebih Pemkab Sergai menggratiskan kepada pedagang pekan Lelo yang akan di relokasi baik lapak maupun tenda.

“Pemkab Sergai berharap pedagang maupun pemilik tanah dapat bekerja sama dengan Pemerintah dalam menyukseskan program Pemerintah menata Kecamatan Sei Rampah sebagai ibu kota Kab Sergai,” papar Roy seraya menyatakan dari 4 orang pemilik lahan di pasar Lelo, 3 pemilik lahan diantaranya sudah bersedia di relokasi dengan mengosongkan lapaknya.

Kasi Penegakan Perda Dinas Satol PP Sergai, Ewin Ginta Tarigan mengatakan pihaknya terus mengimbau pedagang untuk relokasi ke lokasi yang sudah di siapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sergai, Sat Pol PP juga akan menambah personelnya di lokasi dan mengimbau pedagang dengan cara persuasif tanpa terpancing oleh emosi, namun Ewin meminta pedagang untuk tidak anarkis yang dapat berdampak menimbulkan proses hukum nantinya.

Sebelumnya, Minggu (17/10) Petugas Satpol PP Sergai yang bertugas melakukan penertiban mendapat perlawanan dari puluhan pedagang yang menolak relokasi yang sempat menimbulkan kericuhan sehingga 4 orang petugas Satpol PP mengalami luka. (a15)

  • Bagikan