Waspada
Waspada » Penempatan Pidie Daerah Zona Merah Dinilai Tidak Sesuai Fakta
Aceh Headlines

Penempatan Pidie Daerah Zona Merah Dinilai Tidak Sesuai Fakta

WAKIL Ketua DPRK Pidie Fadli A. Hamid. Waspada/Ist
WAKIL Ketua DPRK Pidie Fadli A. Hamid. Waspada/Ist

SIGLI (Waspada): Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kab. (DPRK) Pidie Fadli A. Hamid, menilai penempatan Kab. Pidie sebagai daerah zona merah Covid-19 perlu ditinjau ulang karena tidak sesuai fakta.

“Penempatan Kabupaten Pidie zona merah, itu terlalu berlebihan tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” kata Fadli A. Hamid, Jumat (5/6) sore.

Menurut dia, selama dua bulan terakhir ini tidak ada masyarakat Pidie yang terjangkit.

Ini sebut politisi partai Golkar tersebut, dibuktikan dengan tidak ada pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro, Sigli dan RSUD Tgk Abdullah Syafi’i.

“Memang daerah kami pernah ada satu orang yang positif. Tetapi itu sudah sembuh, itupun pendatang dan sudah pulang ke daerahnya,” kata Fadli A. Hamid.

Lanjut dia, baru saja juru bicara Gugus pusat Dr. Achmad Yurianto menyatakan Aceh termasuk daerah yang berhasil mencegah penyebaran Covid-19 dan terbukti sampai pada hari ini tidak ada pasien Covid-19 yang bertambah di RSU.

“Mungkin juga di kabupaten lainnya yang ditetapkan zona merah” katanya lagi.

Mestinya ujar Fadli, sebelum menetapkan zona merah terhadap suatu daerah, perlu ada penjelasan tentang perkembangan Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien yang terinfeksi untuk mencegah agar masyarakat tidak panik berlebihan.

Apalagi provinsi Aceh sedang memasuki new normal.

Untuk memperoleh data yang kredibel, tentunya bisa dilakukan penelitian bersama dengan melibatkan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Unsyiah atau Lembaga lainnya.

Sekiranya ada dugaan penularan datang dari luar Aceh, maka yang bersangkutan dari lingkungan dekatnya yang perlu ditest secara akurat dan bisa dipertanggungjawabkan untuk kemudian hasilnya dijelaskan ke publik.

Karena itu pihaknya bersyukur atas peran kesungguhan keikhlasan ulama, pemuka agama dan semua masyarakat berdoa menolak bala, membaca Qunut Nazilah dan kegiatan keagamaan lainnya.

“Memperhatikan protokol kesehatan alhamdulillah kondisi kita khusus di Pidie umumnya di Aceh sangat baik dalam pencegahan virus corona, tentunya kita juga tidak boleh lengah harus selalu mengikuti protokol kesehatan dan anjuran pemerintah,” tandasnya. (b06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2