Pemprov Sumut Boyong Dua Rekor Muri Sekaligus

  • Bagikan

MEDAN (Waspada):  Di momen peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menerima dua penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Kamis (28/10).

Katagori pertama, Pemprov Sumut menggondol penghargaan untuk peserta terbanyak mengikuti Uji Kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI)  melibatkan 5.000 siswa SMA,dan SMK se-Sumatera Utara.

Kemudian katagori kedua,  peserta UKBI  terbanyak memakai beragam pakaian adat. UKBI dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumut bersama dengan Balai Bahasa Sumut,  secara langsung dan daring di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jl, Sudirman, Medan, Kamis (28/10).

Pemecahan rekor MURI ini diadakan dalam rangka Sumpah pemuda.  

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh  Senior Manager MURI Yusuf Ngadri. kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara.
Dalam momen luar biasa itu, hadir Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Prof Wan Syaifuddin dan Kepala Balai Bahasa Sumut,  Maryanto, para kepala cabang dinas pendidikan, kepala sekolah,  serta para  undangan lain.


Menariknya,  dalam acara itu gubsu bersama seluruh hadirin dan peserta mengenakan beragam pakai adat yang ada di Sumut.”Terima kasih kepada MURI   karena sudah memberi memotivasi bagi   masyarakat Sumut  untuk lebih berprestasi. Hari ini kita catat peristiwa istimewa di tanggal 28 Oktober 2021.

Gubsu juga mengapresiasi terobosan yang dilakukan Dinas Pendidikan Sumatera Utara dengan mempelopori acara luar biasa ini bersama Balai Bahasa Indonesia Sumatera Utara.

“Semoga penghargaan ini memberi motivasi bagi untuk terus melestarikan  bahasa dan ragam budaya yang ada di Sumut,” katanya.
Katanya, penghargaan  rekor MURI  ini harus dijadikan motivasi bagi masyarakat dan dunia pendidikan Sumatera Utara  untuk menjadi lebih maju dalam mengembangkan program baru.

“Ke depan diharapkan  pendidikan Sumut terus mengembangkan program baru lagi untuk menciptakan atau membuat rekor MURI  lagi. Jangan bangga atau berpuas diri dengan diraihnya penghargaan  ini,”ujarnya.

Gubsu mengatakan  Sumut  merupakan  daerah  penuh dengan keragaman budaya, suku bangsa, ras, etnis, agama, maupun bahasa daerah.

Meski kaya akan keragaman, masyarakat Sumut  tetap satu . Ini sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, yang artinya meskipun berbeda-beda tetap satu jua  Keragaman Sumut  adalah kekayaan sekaligus berkah bagi Sumatera Utara.

“Keberagaman  suku bangsa yang dimiliki  Sumut  menjadi kekayaan  yang luar biasa,” katanya.

Semangat

Sementara itu, dalam momen itu,  Kadisdiksu, Prof Wan Syaifuddin mengatakan, rekor MURI   ini bukan tujuan utama, melainkan sebagai tambahan untuk memberikan semangat dan dorongan bagi seluruh  keluarga besar pendidikan Sumut, “MURI  ini sebenarnya bukan tujuan utama kita, tetapi sebagai penyemangat,” ujarnya.

Ditetapkannya Sumut  meraih dua  rekor  MURI menandakan Sumut  semakin solid dalam memajukan pendidikan kita . Ke depan,  Disdiksu menargetkan  beragam prestasi l;ainnya guna mengharumkan nama Sumateraa Utara.

Kegiatan ini, katanya dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda ke-93, Disdiksu  dan Balai Bahasa Sumatra Utara (BBSU)  menggelar Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia sembari menggunakan pakaian adat  dengan jumlah peserta terbanyak.

“Alhamdulillah kegiatan ini  memecahkan rekor  MURI dua sekaligus,” kata Prof Wan Syaifuddin.

Ia mengatakan, kegiatan ini bertepatan peringatan Sumpah Pemuda, lantaran salah satu teks dari peristiwa sejarah tersebut yaitu menunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Bahkan,  sambungnya,  Bahasa Indonesia  dideklarasikan, diikrarkan menjadi bahasa persatuan Indonesia,. Katanya, bahasa Indonesia ini sudah menjadi bahasa yang modern.   

Prof Wan mengatakan, tujuan  rekor MURI dengan menggelar Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia sembari menggunakan pakaian adat untuk menanamkan nilai NKRI kepada generasi muda.

Sehingga peringatan Sumpah Pemudat tak hanya konteks memperingati setiap tahun, tetapi kita dapat menanamakan nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda itu  menjadi  enjadi karakter bagi anak peserta didik,” kata Prof Wan.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Sumut Maryanto meyampaikan, UKBI menggambarkan hasil kompetensi peserta. Kompetensi itu menunjukan kemampuan peserta dalam berbahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis.  

Dikatakannya, kegiatan pemecahan rekor tersebut bertujuan untuk meningkatkan sikap positif, bangga di kalangan generasi muda terhadap penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar.

Selain itu, kegiatan itu juga menunjukan beragamnya kebhinekaan bangsa dalam busana daerah khususnya di Sumut. “Dipilihnya peringatan Sumpah Pemuda lantaran pada saat itu Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan tercantum di dalam teks Sumpah Pemuda, ” kata Maryanto. (m19)
 
 Waspada/M.Ferdinan Sembiring
Gubsu Edy Rahmayadi bersama Senior Manager MURI Yusuf Ngadri dan Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Prof Wan Syaifuddin pada acara penyerahan rekor MURI ke Pemprovsu di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Kamis (28/10).
 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *