Waspada
Waspada » Pemko Medan Belum Ajukan PSBB
Headlines Medan

Pemko Medan Belum Ajukan PSBB

Corona. Ilustrasi
Corona. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Meskipun Kota Medan sudah ditetapkan sebagai zona merah Pandemi Covid-19, namun Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution belum mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Kemenkes.

Padahal jumlah positif virus mematikan itu lebih dari lima kasus. Saat ini, kasus positif Covid-19 di Medan sudah mencapai 60 kasus, Senin (20/4).

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Kota Medan Minggu 19 April 2020 pukul 17.00, dari 21 kecamatan yang ada di Medan, ada 8 kecamatan yang masuk dalam kategori zona merah, yakni Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Amplas, Medan Kota, Medan Denai dan Medan Tembung.

Selebihnya sudah zona kuning.

Artinya semua kecamatan sudah ada pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

Begitupun, Pemko Medan belum mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Kemenkes (Kementerian Kesehatan) RI.

“Sampai saat ini Pemko Medan belum ada mengusulkan PSBB kepada Kemenkes. Belum ada, sedang kita kaji, kita lihat perkembangan bagaimana dinamikanya,” tegas Akhyar.

Namun, lanjutnya, kalau pertumbuhan wabah ini semakin cepat dan meluas, bisa jadi Pemko Medan akan mengajukan PSBB kepada Kemenkes.

“Tapi saya yakin dengan kerjasama kita, gotong royong kita, dengan kebersamaan kita semua bersatu padu, saya yakin kita akan mampu memutus mata rantai penyebaran ini dengan cara itu tadi,” tambahnya.

Oleh karenanya kepada seluruh tim yang terdiri dari unsur Satpol PP Kota Medan, Dinas Pariwisata, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan serta jajaran Kecamatan Medan Marelan, Akhyar minta agar dapat mensosialisasikan dengan baik akan pentingnya mengenakan masker.

Dikatakan Akhyar, jika warga yang sudah terpapar Covid-19, maka percikan ludahnya saat berbicara, bersin maupun buang ludah sudah mengandung virus.

Untuk menghindari terjadinya penularan, jelas Akhyar, mengenakan masker sehingga ada filter yang telah melindungi wajah dan hidung sehingga virus Corona tidak sampai masuk dan menginfeksi dalam tubuh.

“Dengan mengenakan masker insya Allah dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19. Atas dasar itulah guna menyelamatkan masyarakat, maka pemerintah mewajibkan masyarakat untuk mengenakan masker, terutama saat berada di luar rumah,” ungkapnya.

Selain mengenakan masker, Akhyar tidak bosan-bosannya mengajak seluruh warga untuk selalu mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir ataupun hand sanitizer.

Dengan rajin membersihkan tangan, maka virus Corona yang menempel di tangan akan mati sehingga tidak dapat masuk ke tubuh melalui mulut ataupun hidung.

“Hindari menyentuh wajah, terutama mulut, hidung dan mata sebelum mencuci tangan,” pesannya. (m50)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2