Waspada
Waspada » Pemko Diminta Turunkan Petugas Di Lapangan Merdeka
Headlines Medan

Pemko Diminta Turunkan Petugas Di Lapangan Merdeka

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (Pemko) diminta menempatkan banyak petugas di seputaran Lapangan Merdeka Medan khususnya pada hari libur, guna mencegah terjadinya kerumunan masyarakat yang mau berolahraga.

“Turunkan banyak petugas disana, sehingga tidak jadi kerumunan masyarakat. Kalau ada masyarakat yang tidak mengikuti protokol kesehatan covid 19, maka petugas bisa mengusirnya,” ujar Anggota Komisi II DPRD Medan Diahul Hayati, kepada Waspada, Rabu (1/7).

Diketahui, seputaran Lapangan Merdeka Medan, Minggu (28/6) sangat ramai oleh masyarakat beraktivitas olahraga tanpa mematuhi protokol kesehatan upaya pencegahan penularan Covid-19.

Dikatakan Diahul, ketidakpatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan juga sebagai bukti tidak tegasnya Pemko dalam menegakkan aturannya yakni Perwal Medan No 11 Tahun 2020 tentang Karantina Kesehatan.

“Tegaslah, kalau ada yang melanggar maayarakat bisa disuruh pulang. Jadi seputaran Lapangan Merdeka itu tidak jadi tempat kerumunanan masyarakat,” ujarnya.

Untuk kegiatan olahraga atau carfree day, lanjut Politisi PKS ini, seharusnya Pemko Medan bisa mengarahkan masyarakat ke beberapa titik taman di Kota Medan.

Sehingga tidak menumpuk disatu titik saja yakni seputaran Lapangan Medeka.

Memang, lanjutnya, kondisi sekarang ini kesadaran masyarakat untuk Pola Hidup Bersih Sehat itu masih sangat minim khususnya menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.

“Masih saja di jalanan itu masyarakat yang tidak pakai masker. Jadi memang selain tugas pemerintah untuk terus mensosialisasi kan protokol kesehatan, masyarakat juga diharapkan kesadarannya demi kesehatan sendiri dan lingkungan. Apalagi angka positif pasien Covid-19 di Kota Medan semakin bertambah, dan vaksinnya juga belum ada,” tuturnya.

Senada dikatakan Anggota Pansus Covid 19 DPRD Medan, Renville Napitulu.

Menurutnya, Pemko jangan hanya mengimbau saja sedangkan sanksi tegas tidak dilakukan.

“Masyarakat bosan terus diimbau sehingga menjalankan kehidupannya seperti biasa sebelum ada Covid-19. Nah seharunya Pemko disini tegas dan beri sanksi bagi yang melanggar, jadi masyarakat ada rasa takut dan terpaksa hingga akhirnya terbiasa mengikuti protokol kesehatan,” katanya.

Politisi PSI ini juga menilai Kota Medan belum pantas untuk menerapkan new normal melihat dari jumlah pasien positif Covid-19 yang terus bertambah, serta persiapan Pemko dan masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau melihat kondisi sekarang malah new normal yang kebablasan. Seolah corona itu tidak ada, masyarakat cuek dan pemerintahnya diam saja,” tukasnya. (h01)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2