Waspada
Waspada » Pemkab Tapsel Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat Hadapi Pandemi Covid-19
Headlines Sumut

Pemkab Tapsel Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat Hadapi Pandemi Covid-19

BUPATI Tapsel H Syahrul M Pasaribu saat menjelaskan pola yang ditempuh Pemkab Tapsel dalam menghadapi wabah Covid-19. Waspada/Ist
BUPATI Tapsel H Syahrul M Pasaribu saat menjelaskan pola yang ditempuh Pemkab Tapsel dalam menghadapi wabah Covid-19. Waspada/Ist

TAPSEL (Waspada): Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Syahrul M. Pasribu, SH mengatakan dalam menghadapi pandemi Covid-19, Pemkab melibatkan seluruh elemen masyarakat dengan membuka posko di seluruh kecamatan, begitu juga pembentukan gugus tugas dan relawan Covid-19 di setiap desa dan kelurahan.

Hal itu di ungkapkan Bupati Tapsel saat membagikan pengalamannya dalam mencegah penyebaran Covid-19 di daerah yang dia pimpin pada seminar yang berthema “Pemimpin di badai pandemi, Sumatera Utara Bangkit” yang berlangsung dengan webinar melalui aplikasi Zoom di Gedung Aula Sarasi II Kantor Bupati Tapsel, Selasa (23/6).

Sebagai narasumber dalam seminar itu, Bupati menjelaskan, setelah pemerintah pusat menetapkan virus corona adalah bencana non alam yang harus segera ditangani, maka dengan sigap Pemkab Tapsel pada 16 Maret melakukan pertemuan di tingkat OPD dan kecamatan.

Kesimpulan dari pertemuan itu menetapkan status tanggap darurat dan membentuk gugus tugas, dilanjutkan dengan tindakan penerapan belajar dari rumah bagi murid sekolah mulai tanggal 21 Maret 2020 hingga saat ini.

Dikatakannya, untuk percepatan penanganan wabah ini, dia menginstruksikan untuk membuka posko diseluruh kecamatan yang dipusatkan di setiap puskemas dan diaktifkan 24 jam, demikian juga halnya terhadap pos chek point di tiap pintu masuk wilayah Tapsel.

Sampai di pertengahan April lalu, ujar Bupati, gugus tugas di Tapsel semakin diperkuat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan dengan melibatkan seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai wakil ketua dalam gugus tugas dan pimpinan OPD memiliki tanggung jawab terhadap kecamatan yang menjadi binaannya.

“Menghadapi keadaan itu kita tidak boleh larut dan pasrah dalam menghadapi Covid-19, tetapi harus terus berupaya mencegah penyeberannya,” tegas Syahrul.

Setelah adanya istilah new normal life atau tatanan hidup baru, lanjut Bupati, Pemkab Tapsel bersama dengan Forkopimda melakukan beberapa kali pertemuan dengan para pemangku kepentingan yang ada termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat serta tokoh pemuda dalam menyongsong tatanan hidup baru.

Kata Bupati, aksi tersebut merupakan salah satu cara untuk melibatkan seluruh elemen dalam mengedukasi, mensosialisasikan dan mensimulasikan tatanan hidup baru di tengah masyarakat hidup produktif namun aman terhadap wabah covid-19, sehingga pemerintah dan warga dapat melaksanakan kegiatan sosial ekonomi, keagamaan dan kegiatan sosial lainnya dengan terus menerapkan protokol kesehatan.

“Sehingga kedepannya masyarakat kita terbiasa memakai masker dan selalu cuci tangan serta jaga jarak dalam setiap aktifitas, kemudian menghindari keramaian bila tidak terlalu penting sehingga menjadi budaya baru di tengah masyarakat,” terang Syahrul.

Pada sektor kesehatan, ujar Syahrul, Pemkab telah membenahi Rumah Sakit Sipirok utamanya ruang isolasi, walaupun Rumah Sakit Sipirok bukan Rumah Sakit rujukan.

Kemudian menyiapkan rumah karantina dan memenuhi kebutuhan puskesmas dalam menangani wabah tersebut.

Sedangkan sektor ekonomi, lanjut Syahrul, Pemkab Tapsel memberdayakan UMKM untuk ikut berperan seperti pembuatan masker memakai bahan batik dan tenun yang merupakan produk unggulan daerah Tapsel sehingga UMKM tersebut tetap produktif ditengah pandemi ini.

Kata Bupati, Pemkab Tapsel tetap mengawal sektor pangan, karena hampir 80 persen masyarakat daerah itu adalah petani.

Sebagai tambahan informasi, ujar Syahrul, Tapsel juga merupakan salah satu penyanggah maupun penyedia pangan di Sumatera Utara.

Tahun lalu Tapsel menghasilkan produk untuk beras 137 ribu ton, sementara kebutuhan beras kita hanya 38 ribu ton, dengan demikian Tapsel surplus beras sebesar 65%” jelasnya.

Ketua Komisi Kejaksaan RI, Barita Simanjuntak, SH, MH, Cfra, yang juga menjadi nara sumber pada kegiatan itu menyampaikan dua hal yang perlu di perhatikan dalam menghadapi situasi saat ini, yakni sisi hukum mendorong lahirnya perubahan dan penyesuaian akibat pandemi.

Dimana, hukum bisa berubah dengan adanya pandemi saat ini.

“Hal kedua karena dalam situasi ini mengharuskan kita berubah pola komunikasi, yang selama ini pola komunikasi formal lewat kontak langsung, bergeser menjadi pemanfaatan teknologi akibat wabah Covid-19,” ujarnya.

Dijelaskan, dalam menghadapi wabah ini dibutuhkan tindakan atau kebijakan cepat dan berani mengambil keputusan.

Karena rakyat perlu ditolong, dibantu, serta sejalan dengan itu, ekonomi harus tumbuh tanpa mengesampingkan pentingnya kesehatan.

Pada kesempatan itu, Barita Simanjuntak yang pernah berkunjung langsung daerah Tapsel, juga menyampaikan apresiasi atas penerimaan WTP 6 kali secara berturut.

Tentunya, hasil itu didapat Tapsel karena Birokrasi bekerja sungguh dan mendapat dukungan dari Rakyat dan program pembangunan bukan yang dipaksakan tetapi melalui Musrenbang Desa/Kelurahan, Kecamatan dan Kabupaten dengan menterjemahan dan mempadukan suasa pergerakan sosial.

Ketua Komisi Kejaksaan RI berharap dengan melihat semangat yang diberikan Bupati di Sumut, semoga lima tahun kedepan bisa melahirkan pemimpin yang kompeten di tingkat nasional sehingga menghilangkan pemikiran bahwa kepala daerah yang berasal dari Sumut selalu bermasalah.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Drs. H Musa Rajekshah, M. Hum menyampaikan, pandemi Covid-19 merupakan hal baru diseluruh dunia dan menjadi sebuah pelajaran bagi semua.

Katanya, sebelum wabah ini menyebar, dunia akan di pengaruhi dengan berbagai gejolak politik, ekonomi dan masih banyak yang lain.

Tetapi dengan pandemi Covid-19 yang tidak terlihat dengan mata, bisa mengakibatkan pergolakan dunia.

Diharapkan, dalam penanganan Covid-19 tidak hanya pemerintah pusat, pemerintah daerah, atapun forkopimda yang bekerja sendiri tetapi agar semua lapisan masyarakat harus ikut serta dalam menangani wabah ini.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M,Si dalam sambutannya menyampaikan, sesuai dengan motto ‘bersama kita bisa’, begitu juga dalam menangani dan menanggulangi Covid-19 ini.

Setiap elemen masyarakat harus berperan aktif.

Turut menjadi nara sumber pada kegiatan seminat via webinar Bupati Tapanuli Utara, Drs, Nikson Nababan, Msi, Bupati Tapanuli Tengah, Bachtiar Ahmad Sibarani, Bupati Karo, Terkelin Brahmana, SH, Bupati Dairi, Drs, Eddy Kaleng Ate Barutu, Direktur Pasca Sarjana USU, Prof. Dr. Robert Sibarani, Ms, serta moderator dalam kegiatan Webinar pimpinan di badai pandemi, Sumatera Utara bangkit Gito Pardede koordinator wilayah GMKI Sumut-Aceh. (a31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2