Waspada
Waspada » Pemkab Belum Punya Solusi Atasi Rentenir Berkedok Koperasi Di Aceh Tamiang
Aceh Headlines

Pemkab Belum Punya Solusi Atasi Rentenir Berkedok Koperasi Di Aceh Tamiang

UANG sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk modal usaha dan keperluan lainnya. Ilustrasi
UANG sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk modal usaha dan keperluan lainnya. Ilustrasi

KUALASIMPANG (Waspada): Pemkab Aceh Tamiang sampai saat ini belum punya solusi untuk menghentikan praktik riba rentenir berkedok koperasi yang kian merajalela beroperasi di Kabupaten tersebut dengan cara masuk kampung ke luar kampung di 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten tersebut untuk memberikan pinjaman uang kepada warga dengan cara warga harus membayar bunga (riba) berlipat ganda kepada rentenir yang tumbuh subur bagai jamur dimusim hujan.

Pengamatan Waspada, Jumat (19/6), praktik riba yang dilakoni oleh rentenir berkedok koperasi yang mayoritas berasal dari Sumatera Utara itu mencari mangsa warga Aceh Tamiang dengan cara masuk kampung ke luar kampung di Aceh Tamiang.

Masih menurut informasi yang beredar, praktik riba yang dilakukan rentenir berkedok koperasi memberikan pinjaman uang kepada warga menengah ke bawah yang membutuhkan modal usaha dan biaya kebutuhan lainnya ,namun warga harus membayar bunga (riba) berlipat ganda.

Misalnya warga pinjam uang dari rentenir Rp300 ribu, maka warga harus mengembalikan uang tersebut dalam jangka waktu singkat sebesar Rp700 ribu.

Berdasarkan informasi yang beredar, para rentenir berkedok koperasi itu dalam menjalankan bisnisnya menagih kredit yang dikenal dengan istilah “Bakri” itu mendatangi rumah warga yang ada di Kampung dan ada juga warga yang datang ke kantor rentenir dan rumah kontrakan sebagai tempat usaha rentenir berkedok koperasi di Aceh Tamiang untuk pinjam uang dan mengembalikan kredit.

“Mereka biasanya datang ke kampung menggunakan sepeda motor (kereta) untuk menawarkan uang pinjaman dan menagih kredit yang harus dibayar berlipat ganda kepada rentenir,” ungkap warga di Aceh Tamiang.

Menurut informasi ,warga terpaksa meminjam uang kepada rentenir karena butuh modal usaha dan untuk biaya lainnya.

Namun, pemberian pinjaman oleh rentenir bukan malahan untuk menolong warga, tetapi membuat warga semakin susah karena harus bayar bunga berlipat ganda dan hidup dalam praktik riba.

Kadis Koperindag Kab. Aceh Tamiang, Rafe’i ketika dikonfirmasi Waspada seusai Sholat di Masjid Nurul Yaqin, BTN Satelit Graha, Kebun Tanah Terban, Jumat (19/6) menyatakan pihaknya tidak ada menerbitkan rekomendasi untuk rentenir berkedok koperasi yang dikelola pendatang dari Sumatera Utara itu untuk beroperasi di Aceh Tamiang.

”Izin Koperasi yang terbitkan dari Menkumham dan bukan Diskoperindag Aceh Tamiang,” tegas Rafe’i.

Menurut Rafe’i, jika koperasi tentu punya anggota koperasi dan harus dilihat terlebih dahulu koperasinya bergerak di bidang apa?

“Kami memang sudah mendengar tentang adanya praktik rentenir berkedok koperasi di daerah ini, tetapi memang selama ini pihak pengelola koperasi tidak pernah melaporkan kepada kami,” ujar Rafe’i.

Kadiskoperindag juga menyatakan pihaknya belum punya program dan solusi untuk mengatasi praktik rentenir berkedok koperasi di Aceh Tamiang.

”Paling ya Satpol PP dan WH harus menertibkan hal itu dan memerika izin usaha koperasi tersebut serta memeriksa apakah yang meminjam uang itu anggota koperasi atau bukan. Selain Satpol PP dan Wilayatul Hisbah tentu saja perlu dicek izin operasional usaha koperasi tersebut di Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh Tamiang,” tegas Rafe’i.

Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Aceh Tamiang, M. Mahyaruddin ketika dikonfirmasi Waspada di ruang kerjanya, Jumat (18/6) menyatakan, rentenir berkedok koperasi yang beroperasi di Aceh Tamiang tidak ada terdaftar di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh Tamiang.

“Mereka tidak terdaftar di kantor ini,” ungkap Mahyaruddin sambil membuka komputer yang memuat konten koperasi yang terdaftar di Aceh Tamiang.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kab. Aceh Tamiang, Mix Donal ketika dikonfirmasi Waspada, Jumat (19/6) sore, Mix Donal menyatakan pihaknya juga sudah mendengar informasi tentang maraknya praktik riba bisnis rentenir berkedok koperasi di Aceh Tamiang.

“Seharusnya solusi untuk mengatasi hal tersebut bisa digunakan usaha simpan pinjam pakai dana desa atau ADD, tetapi dana ADD juga sudah habis digunakan kampung di Aceh Tamiang, sedangkan dari sumber dana lainnya memang belum ada programnya dan solusinya untuk mengatasi masalah itu, kita khawatir dibalik maraknya praktik rentenir dari Sumut itu punya misi lain terhadap warga Aceh Tamiang,” tutur Mix Donal.

Menurut Mix Donal, untuk mengatasi semakin merajalelanya praktik riba rentenir berkedok koperasi di daerah ini, Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil sudah menjadwalkan pada Selasa pekan depan akan menggelar rapat dengan semua pihak Formkompinda dan Forkompinda plus Kab. Aceh Tamiang karena keberadaan rentenir sudah semakin meresahkan masyarakat Aceh Tamiang.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kab. Aceh Tamiang, Ustadz Syahrizal ketika ingin dikonfirmasi Waspada di Kantornya, Jumat (19/6) sore, belum berhasil dimintai tanggapannya terkait semakin maraknya praktik riba rentenir berkedok koperasi yang telah merusak sendi kehidupan masyarakat Aceh Tamiang. (b14)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2