Pemerintah Berusaha Pulihkan Daya Beli Masyarakat Selama Pandemi

  • Bagikan
Staf Khusus (Stafsus) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Dita Indah Sari tampil di segmen Kombur Malotup kanal YouTube Waspada TV bersama pembawa acara Ikhyar Velayati yang tayang Selasa (9/11/2021). Waspada/Surya Efendi

MEDAN (Waspada): Staf Khusus (Stafsus) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Dita Indah Sari menyebut, pemerintah telah berusaha semaksimal mungkin memulihkan daya beli masyarakat selama pandemi Covid-19.

Hal itu ia sampaikan saat melakukan bincang-bincang bersama pembawa acara Ikhyar Velayati dalam segmen Kombur Malotup di kanal YouTube Waspada TV yang tayang Selasa (9/11/2021) pagi.

“Kita memberikan berbagai macam bentuk subsidi. Satu, bantuan subsidi upah itu besarnya hampir Rp10 triliun yang diberikan kepada para pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian pemerintah juga memberikan bantuan subsidi upah kepada usaha menengah sebesar Rp1,2 juta per usaha,” katanya.

Menurutnya, pemerintah juga memberikan bantuan Kartu Prakerja sebesar Rp20 triliun, bantuan subsidi listrik, dan Program Keluarga Harapan (PKH) melalui Kementerian Sosial.

“Jadi sebetulnya APBN mengeluarkan banyak sekali untuk mem-backup daya beli dalam situasi ini,” ungkapnya menambahkan. Menurut Dita, bantuan-bantuan itu berjalan paralel untuk mengembalikan tingkat kesehatan dan adanya pembatasan usaha.

Stafsus Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah itu juga menyampaikan, usaha pemerintah itu dilakukan guna menjaga daya beli masyarakat agar tidak terjun bebas.

Ia juga menambahkan, tingkat inflasi juga tidak terkoreksi begitu dalam dan terbilang stabil dengan banyaknya bantuan pemerintah itu sehingga pertumbuhan ekonomi pada tahun ini diharapkan terus bertumbuh.

Sebagai informasi, menurut Dita, mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2021 ada 19,1 juta pekerja yang terdampak Covid-19. Mereka ada yang di-PHK, dirumahkan, menerima gaji separuh, atau bahkan ada yang dirumahkan tanpa gaji,

Lebih lanjut, sebagai kader PKB yang menjabat sebagai pengurus DPP, Dita menerangkan bahwa pihaknya saat ini sedang menggaungkan Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

“Jadi seluruh energi, seluruh perhatian, seluruh sumber daya yang kita miliki memang kita alokasikan untuk memperkenalkan Cak Imin kepada publik. Hal-hal di luar itu menjadi tidak penting,” pungkasnya.

Hal itu ia sampaikan untuk menjawab tantangan host Ikhyar Velayati, alias Bung Casper, terkait kemungkinan dirinya mencalonkan diri menjadi presiden. Mengingat, Dita telah cukup lama bergelut dalam birokrasi dan tiga kali menjabat sebagai staf khusus Menaker selama 15 tahun.

Dalam kesempatan bincang-bincang di Waspada TV kali ini, Dita membahas banyak hal, mulai dari aksinya sebagai aktivis gerakan buruh di tahun 90-an hingga masa kecilnya di Kota Medan.

Wawancara lengkap antara Dita Indah Sari dan Ikhyar Velayati ini dapat disaksikan di segmen Kombur Malotup kanal YouTube Waspada TV. Jangan lupa untuk like, share, and subscribe. Selamat menonton. (m11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *